• KANAL BERITA

Putus Kontrak Rekanan Pasar Randudongkal

Salah satu bagian lantai atas kontruksi Pasar Randudongkal, Pemalang baru berupa kerangka.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)
Salah satu bagian lantai atas kontruksi Pasar Randudongkal, Pemalang baru berupa kerangka.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)

PEMALANG, suaramerdeka.com – Proyek pembangunan Pasar Randudongkal terhenti lantara rekanan pelaksana pembangunan pasar tersebut kehabisan modal. Pemkab bakal memutus kontrak dan dilanjutkan menunjuk rekanan baru.

Kepala Dinas Perindagkop Pemalang, Hepy Priyanto, mengakui pemborong mengalami persoalan dana, sehingga progres pekerjaan baru 32 persen terhenti di tengah jalan. "Harusnya kontrak kerja sampai 2020. Tetapi sekarang pemborong sudah berhenti bekerja," kata Hepyi, Minggu (7/7).

Berdasarkan pantauan di lapangan pembangunan pasar yang direncanakan menghabiskan biaya puluhan miliar itu, kini baru berupa tiang-tiang beton penyangga dari bangunan lantai di atasnya. Direncanakan pasar akan dibangun lebih dua lantai.

Menurutnya pelaksanaan pekerjaan tahun ini sebenarnya sudah menginjak ke termin kedua. Sedangkan termin pertama yang berlangsung pada 2017 sudah selesai dengan nilai kontrak Rp 19 miliar.

Padahal, kata dia, sebenarnya beban pekerjaan termin pertama lebih berat. Karena menyangkut pekerjaan di bagian bawah yang lebih rumit dan jumlahnya banyak.

Heppy mengatakan, dengan berhentinya pekerjaan itu, pihaknya akan melakukan upaya pemberhentian kontrak bagi pemborong. Selanjutnya akan dilakukan pembayaran sesuai progres pekerjaan yang sudah dijalankan.

Untuk pekerjaan selanjutnya akan ditunjuk kontraktor baru urutan kedua pada saat lelang tender. Pola melanjutkan pekerjaan seperti itu diperbolehkan oleh undang undang. Rekanan bakal melanjutkan dan keuangan negara tidak dirugikan.


(Saiful Bachri/CN40/SM Network)