• KANAL BERITA

Khawatir, Sumur Submersible Tak Terkendali

foto: suaramerdeka.com/Basuni H
foto: suaramerdeka.com/Basuni H

SRAGEN, suaramerdeka.com - Pemkab Sragen mulai mengkhawatirkan pertumbuhan sumur submersible atau sumur sibel, yang semakin meluas dan tidak terkendali. Jika tidak diatur, sumur-sumur dalam itu akan membawa dampak air tanah semakin menurun.

Oleh karenanya, Pemkab bakal mengevaluasi keberadaan sumur submersible dan tidak menutup kemungkinan, harus ada izin terhadap pembuatan sumur dalam itu, supaya tidak terjadi eksploitasi terhadap air permukaan tanah.

‘’Kami akan lakukan evaluasi terhadap semakin merebaknya sumur submersible, karena kalau tidak dikendalikan atau diatur, akan membawa dampak terhadap keberadaan air tanah,‘’ kata Sekretaris Daerah (Sekda), Tatag Prabawanto.

Jika pembuatan sumur submersible tidak dikendalikan, bakal merugikan masyarakat lantaran berkurangnya air dari dalam tanah. Sekda menjelaskan masyarakat harus patuh dengan aturan yang berlaku.

Selama ini Pemkab Sragen terus berupaya menanggulangi masalah kekeringan secara komprehensif Diharapkan dalam jangka panjang ke depan, masalah kekeringan tidak menjadi isu atau masalah lagi di Kabupaten Sragen.

Pemkab saat ini telah membuat berbagai infrastruktur untuk menanggulangi masalah kekeringan. Antara lain dengan membuat embung-embung di berbagai tempat. Juga sumur-sumur dari Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), sebagai upaya untuk penyediaan air bersih masyarakat di tingkat dusun.

Selain itu, mengolah sumber daya air dari waduk-waduk dan dari alam. Misalnya upaya pemanfaatan air dari Waduk Gondang dan Waduk Kedungombo, untuk penyediaan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Sragen.

‘’Tapi kami juga berharap bantuan dan partisipasi masyarakat dan berharap mereka patuh terhadap aturan,’’ tegas Sekda.

Terpisah Direktur PDAM Tirto Negoro, Supardi mengatakan, semakin banyaknya pengambilan air untuk sumur sibel atau sumur dalam membawa pengaruh terhadap air permukaan tanah. Sumur-sumur itu sebagian besar dipergunakan untuk kepentingan mengairi sawah, khususnya pada musim kemarau.

‘’Banyaknya sumur-sumur sibel memang membawa pengaruh terhadap air di dalam tanah,’’ kata Supardi.


(Basuni Hariwoto/CN40/SM Network)