• KANAL BERITA

Mahasiswa Undip Olah Limbah Tulang Ayam Jadi Plastik Pengemas

suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur
suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur

SEMARANG, suaramerdeka.com – Industrilisasi dan meningkatmya jumlah konsumsi masyarakat, meningkatkan sampah plastik sintetik yang digunakan sebagai kemasan produk. Sampah plastik ini sulit diurai oleh alam dan menyebabkan pencemaran lingkungan, menurunkan kesuburan tanah, menganggu ekosistem laut dan berbahaya bagi kesehatan.

Berbagai kebijakan dari pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik dan inovasi mengolah kembali plastik menjadi kerajinan tangan atau bahan bangunan, belum menampakkan hasil signifikan mengurangi banyaknya limbah plastik. Beberapa mahasiswa yang dibimbing Dosen Progdi Kimia Undip Nor Basid Adiwibawa Prasetya Msi PhD berhasil menciptakan edible film sebagai pengemas jamu tradisional dari limbah tulang ayam dalam Program Kreativitas Mahasiswa.

Mahasiswa Undip yang terdiri dari Pipit Riyanti, Setiya Rahayu dan Kharisma Madda Ellyana, mencampur limbah tulang ayam yang merupakan sumber kolagen dengan sorgum yang banyak mengandung antioksidan. Menurut mereka pengemas edible film itu akan mengurangi jumlah sampah plastik, terutama dalam industri pangan.

“Kualitas edible film diuji dengan melihat struktur permukaan, kandungannya, kelarutan dan sifat mekaniknya. Selain pembuatannya yang mudah, sumber bahan baku yang melimpah, edible film juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu menjaga kualitas produk jamu tradisional,” kata Setiya Rahayu.

Anggota kelompok yang lain, Pipit menjelaskan, tulang ayam merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal di mana pemanfaatannya masih terbatas untuk bahan baku kosmetik dan bahan perekat kayu. Padahal produksi limbahnya sangat tinggi, mengingat konsumsi dan produksi jenis unggas satu itu cukup tinggi.

Mereka berharap penelitian ini dapat dikembangkan lebih luas ke aplikasi lain. Bahkan lebih dari sebagai pembungkus jamu tradisonal sehingga diharapkan sampah plastik dapat direduksi secara efektif dan efisien. Dan membuat lingkungan tempat tinggal akan lebih nyaman dan sehat.


(Puthut Ami Luhur/CN42/SM Network)