• KANAL BERITA

Mahasiswa Unwahas Dilatih Etika Pergaulan Internasional

Peserta Kursus Table Manner dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) foto bersama dengan Instruktur, I Gede P Sandiyasa, Kajur HI Unwahas, Dr Ismiyatun MSi, dan dosen pendamping Anna Yulia Hartati SIP MA di Patra Semarang Hotel & Convention, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Peserta Kursus Table Manner dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) foto bersama dengan Instruktur, I Gede P Sandiyasa, Kajur HI Unwahas, Dr Ismiyatun MSi, dan dosen pendamping Anna Yulia Hartati SIP MA di Patra Semarang Hotel & Convention, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Para mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Wahid Hasyim (HI) yang tengah mengambil mata kuliah Praktik Diplomasi diwajibkan mengikuti Table Manner Course. Dosen pendamping Anna Yulia Hartati menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan di Patra Semarang Hotel & Convention, Jalan Sisingamangaraja, belum lama ini.

Menurut Anna, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, venue kegiatan pembelajaran table manner kali ini dipraktikkan juga tata cara berjalan, menyampaikan pendapat, dan etika tertentu seperti Jepang yang memiliki tata cara sendiri bagaimana membungkukkan badan untuk memberi hormat.

‘’Etika pergaulan internasional juga mencakup bagaimana sikap kita ketika menghadiri jamuan makan malam dan tata cara menyantap hidangan yang disajikan, terlebih karena lumrahnya bentuk penyambutan kedatangan tamu kehormatan negara adalah dengan menggelar jamuan makan malam resmi,’’ kata Anna.

Mereka dibimbing instruktur table manner yang berpengalaman I Gede P Sandiyasa dan tim Hotel Patra Semarang. Selama kursus berlangsung, mahasiswa diajak mempraktikkan sikap saat duduk, bagaimana saat menentukan posisi duduk hendaknya dilakukan senyaman mungkin, yaitu tidak terlalu dekat maupun terlalu jauh dari meja.

‘’Mengapa? Karena bila menyantap hidangan, bukan kita yang menjemput makanan tersebut, namun makanan tersebut yang datang ke kita dengan menggunakan peralatan makan yang telah disediakan sebelumnya. Setelah itu, serbet yang telah disediakan di atas meja dibentangkan dan diletakkan di atas pangkuan kita,’’ kata Sandiyasa.

Makanan dihidangkan satu per satu, dalam bentuk fine dining, mulai dari appetizer atau hidangan pembuka, kemudian soup, main course atau hidangan utama, dan dessert atau hidangan penutup. ‘’Cara menyantap hidangan tersebut berbeda antara satu dengan lainnya, yaitu dengan menggunakan peralatan makan dari luar ke dalam sesuai dengan urutannya. Untuk appetizer, menggunakan peralatan yang paling luar, begitu seterusnya hingga dessert. Sembari dessert dihidangkan, para peserta juga diberi presentasi oleh Chef terkait makanan yang disajikan,’’ tutur Anna.

Menurutnya, table manner atau etika makan adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap bersama di meja makan khususnya saat dalam jamuan resmi. Etika makan ini diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar, meski pun sebenarnya etika tersebut telah ada jauh sebelum peradaban Eropa menyebar keseluruh dunia.

‘’Saat seseorang diundang jamuan makan malam resmi dengan meja makan yang sudah di setting sedemikian rupa maka tamu yang diundang  harus mengikuti aturan etika makan yang berlaku walaupun setiap tempat dan Negara memiliki aturan meja makan yang berbeda dan ini merupakan salah satu pembelajaran penting bagi mahasiswa dalam mengenal kebudayaan bangsa lain di dunia,’’ katanya.


(Agus Fathuddin/CN40/SM Network)