• KANAL BERITA

Bupati Batang Lantik Pejabat Eselon II dan III

Bupati Wihaji ketika melantik dan mengambil sumpah kepada pejabat eselon II, III dan fungsional di aula Kantor Bupati Batang. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Wihaji ketika melantik dan mengambil sumpah kepada pejabat eselon II, III dan fungsional di aula Kantor Bupati Batang. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com - Bupati Batang Wihaji mengatakan, pergeseran jabatan adalah hal yang biasa. Namun setiap jabatan memiliki tugas pokok dan fungsinya masing - masing yang harus dilaksanakan dengan baik.

Bupati mengatakan hal tersebut saat melantik tiga pejabat, untuk menduduki jabatan eselon II, III dan pejabat fungsional. Pelantikan dilasanakan di Aula Kantor Bupati setempat, Rabu (27/6).

Adapun pejabat yang dilantik adalah Subiyanto, jabatan lama Kepala Bagian Perekonomian, jabatan baru Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop). Ahmad Handi Hakim, jabatan lama, Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan, jabatan baru Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Serta, Miftahul Rozak menduduki jabatan fungsional, yaitu Mediator Hubungan Industrial pertama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Kepala Dinas Perindagkop saya tugaskan menata Pasar Batang, Limpung, Bawang dan Bandar. Juga ditugaskan untuk pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menciptakan 1.000 wirausaha baru,”kata Bupati Wihaji.

Wihaji menegaskan, jangan pernah bikin pelatihan wirausaha kalau tidak dihadirkan pemodal untuk memberikan kredit lunaknya, dan hadirkan pula pembeli atau pasarnya.

Ketika usai pelatihan, lanjut Wihaji, mereka bisa langsung melakukan usahanya karena pembelinya sudah ada. Peserta pelatihan tidak bersusah payah mencari hutang untuk modalnya, cukup dengan menggandeng Bank Jateng dan Bank milik BUMD.

"Untuk Kepala Kesbangpol, ciptakan kondusifitas Kabupaten Batang sebagai Badan Intelejen Daerah, berikan kami data yang akurat untuk memutuskan kebijakan," pinta Wihaji.

Sebagai pejabat fungsional yang baru dilantik, tambah Bupati, agar bekerja sesuai dengan regulasi, serta tugas pokok dan fungsinya.

Usai dilantik para pejabat wajib mengikuti prosesi siraman air kembang tujuh rupa. Dengan makna filosofi, bisa mewujudkan ketenteraman, kesejahteraan, kedamaian. Memiliki jiwa spiritual yang kuat untuk meraih sukses lahir maupun batin.


(Kasirin Umar/CN19/SM Network)