• KANAL BERITA

Pemkab Batang Terima Bagi Hasil Cukai 2019, Rp.7 Milyar

Wabup Kecewa, Sosialisasi Bagi Hasil Cukai, Camat Banyak Tidak Hadir

Wakil Bupati Batang Suyono saat membuka sosialisasi hasil bagi cukai dan kepabeanan.(Foto suaramerdeka.com/Kasirin Umar).
Wakil Bupati Batang Suyono saat membuka sosialisasi hasil bagi cukai dan kepabeanan.(Foto suaramerdeka.com/Kasirin Umar).

BATANG,suaramerdeka.com - Wakil Bupati (Wabup) Suyono mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mendapatkan anggaran dari bagi hasil cukai 2019, sebesar Rp 7 milyar. Anggaran tersebut digunakan untuk lima program dan 27 kemanfaatan dari hasil cukai yang harus disosialisasikan ke masyarakat. 

"Bagi hasil cukai kita manfaatkan untuk pembangunan infrastruktur bidang kesehatan, dan sosialisasi penggunaan hasil cukai bagi masyarakat, serta untuk pembangunan linfrastruktur lainnya,”kata Wabup Suyono saat membuka sosialiasai kemanfaatan bagi hasil cukai hasil tembakau 2019, di Kantor Bupati setempat, Senin (24/6).

Suyono juga meminta kepada dinas terkait jika di Kabupaten Batang ada home industri pembuatan rokok, jangan langsung ditutup atau diberantas. Tetapi diberikan pembinaan serta solusi agar taat terhadap cukai.

"Kita bina home industri, kita tuntun mereka dengan memberikan pengertian tentang cukai. Banyak warga yang bekerja, tentunya akan berdampak, jika langsung diberantas, kasihan masyarakat," tandasnya.

Barang-barang yang diawasi melalui cukai, sebut Suyono, adalah barang yang mempunyai dampak negatif pada masyarakat.

“Misalnya saja rokok dan minuman beralkohol. Berikan pengertian tentang manfaat yang besar dari cukai itu sendiri yang berdampak pada masyarakat,"ucapnya.

Wabup juga mengatakan, sosialiasai kemanfaatan bagi hasil cukai tembaku penting bagi kepala OPD. Sehingga penggunaan anggaran tersebut bisa sesuai dengan tujuan hasil cukai tembau untuk kemanfaatan masyarakat, dan pengawasan barang ilegal.

"Sosialisasi penting, tapi banyak camat yang tidak hadir. Saya merasa kecewa dan tersinggung, karena banyak camat yang mewakilkan stafnya," ujar Wabup Suyono dengan nada kecewa.

Dalam kesempatan rersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Tegal Nico Budhi Darma, menambahkan, cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat yang ditetapkan dalam undang-undang. Di antaranya, adalah konsumsinya perlu dikendalikan. Peredarannya perlu diawasi, pemakaian dapat menimbulkan dampak negatif serta perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

"Untuk barang yang kena cukai adalah etil alkohol, minuman mengandung metil alkohol serta hasil tembakau,"kata Nico.

Diungkapkan, saat ini masih banyak ditemui pelanggaran di bidang cukai. Yakni tidak dilekati pita cukai atau polos, menggunakan pita cukai palsu, pita cukai yang dilekatkan tidak utuh atau rusak serta salah untuk peruntukan. 

“Maka setiap orang yang menjalankan kegiatan, pengusaha, pabrik, tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, penyalur dan pengusaha tempat penjualan eceran, wajib memiliki ijin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC),”terang Nico.


(Kasirin Umar/CN19/SM Network)