• KANAL BERITA

Soal PKB, Masyarakat Ingin Kemudahan Bayar

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Respon masyarakat atas pembayaran Samsat secara online yang berlaku secara nasional dinilai menunjukan minat tinggi. Hal tersebut merujuk pada dinamika pasca pemberlakuan aplikasi Samsat Online Nasional yang diperbarui dari tampilan 2017.

"Di antaranya Bali dan Kalsel, hampir 100 persen. Karena pembedanya adalah pengesahannya tinggal tunggu di rumah, otomatis dikirimkan ke rumah tapi ini harus sesuai alamat STNK," jelas Kasi Standarisasi STNK Subdit Dit Regident Korlantas Polri AKBP Herri Rio Prasetyo di Gedung Sate Bandung, Senin (24/6).

Menurut dia, secara sistem, Samsat online itu sudah tak ada masalah apalagi menyangkut data administrasi kendaraan. Hanya saja, untuk mengintegrasikannya dengan metode pembayaran yang melibatkan perbankan seperti BPD yang membutuhkan waktu tak sebentar.

Tak hanya itu, mereka membutuhkan pula restu kepala daerah mengingat terkait dengan pijakan aturan main di lapangan. Sejauh ini, katanya, baru enam daerah yang efektif bisa mendukung aplikasi pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) itu. Mereka menargetkan aplikasi itu berjalan sepenuhnya di seluruh wilayah Indonesia akhir tahun ini.

"Melalui layanan mobile ini, warga yang mempunyai kendaraan di Gorontalo tapi ada di Jakarta kan tak bisa antri di Jakarta, tapi dengan aplikasi ini, bisa dilakukan pembayaran di mana saja, dan nanti bukti pengesahannya nanti dikirim  sesuai alamat STNK, hanya sesuai alamat STNK, kalau tidak aplikasi akan menolak," jelasnya.

Untuk pengiriman bukti pengesahan, Herry Rio menyatakan bahwa proses tersebut tak dibebankan kepada wajib pajak. Biaya pengirimannya menjadi tanggung jawab badan pendapatan daerah setempat. Wajib pajak sebatas dikenakan biaya transaksi dengan perbankan.

Meski meluncurkan aplikasi khusus, metode pembayaran tersebut bisa diakses pula dari market place. Kerjasama itu diharapkan dapat semakin memudahkan pelayanan dengan menyediakan banyak alternatif pembayaran. "Aplikasi ini hanya melayani kendaraan pribadi," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)