• KANAL BERITA

Warga Mengaku E-Voting Pilkades Lebih Mudah

SOSIALISASI: Warga mencoba komputer saat sosialisasi Pilkades E-voting di Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo.
SOSIALISASI: Warga mencoba komputer saat sosialisasi Pilkades E-voting di Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo.

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Panitia menggencarkan sosialisasi pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak pada 229 desa yang bakal digelar Sabtu (29/6), pekan depan. Pemkab menerapkan dua metode mencoblos yakni metode sistem elektronik E-voting dan metode konvensional, mencoblos secara manual.

Untuk itu, panitia menggencarkan sosialisasi untuk mendukung kelancaran pilkades. Dalam sepekan ini, pantia menggelar sosialisasi di wilayah Kecamatan Mojosongo yang akan menggelar Pilkades di sembilan desa.

Ke-9 desa bakal menggunakan metode E-voting, salah satunya Desa Karangnongko. Desa ini memiliki daftar pemilih 2.580 orang dan masih menunggu jumlah calon kades yang lolos dari tiga bakal calon kades yang mendaftarkan.

Warga mengaku metode e-voting mudah dan tanpa kesulitan. ‘’Dengan E-voting ini memudahkan dalam menggunakan hak suara atau hak pilih. Lebih mudah dipahami dan tidak ada kesulitan,’’ kata Paidi, warga Dukuh Kebonmoyo, Desa Karangnongko.

Menurut Ketua Panitia Pilkades Karangnongko, Sunindyo sosialisasi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat agar pilkades nantinya berjalan lancar. ‘’Sosialisasi E-voting agar masyarakat lebih mengerti. Melalui e-voting ternyata lebih mudah dan cepat melakukan pemilihan.’’

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto menjelaskan, sosialisasi terus digencarkan agar pilkades berjalan lancar.

‘’Kamis (20/6) disosialisasikan di Desa Brajan dan Kragilan. Untuk penutup gelaran sosialisasi di Desa Dlingo pada Sabtu (22/6).’’


(Joko Murdowo/CN34/SM Network)