• KANAL BERITA

PT KAI Desak Pemkab Sterilkan Jalur KA

foto: istimewa
foto: istimewa

SLAWI, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop V Purwokerto terus mendorong pemerintah daerah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar jalur kereta api di wilayah Kabupaten Tegal disterilisasi dari aktivitas warga dan anak-anak.

Desakan PT KAI itu menyusul kecelakaan yang merenggut korban jiwa di sejumlah perlintasan tanpa palang pintu. Salah satu kejadian yang menjadi perhatian, seorang anak tewas di perlintasan kereta api di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, menjelang Lebaran lalu.

‘’Sepanjang jalur KA adalah daerah rawan yang tidak boleh dipergunakan untuk area bermain dan beraktivitas lain, selain hanya untuk perjalanan KA,’’ kata Manajer Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Supriyanto, Rabu (19/6).

Supriyanto menyebutkan, pembangunan sarana keamanan harus merujuk pada status jalan setempat. Sebagian besar perlintasan tanpa palang pintu di Kabupaten Tegal berada di ruas jalan milik pemerintah daerah.

Maka kewenangan pembangunan sarana keamanan seperti palang pintu ada pada pemerintah daerah setempat. ‘’Pemerintah daerah bisa mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun sarana tersebut,’’ jelas Supri.

Sementara di wilayah Kabupaten Tegal, terdapat sejumlah aktivitas masyarakat yang bersentuhan langsung dengan perlintasan kereta api. Misalnya lokasi Pasar Burung di Adiwerna. Para pedagang dan pembeli di pasar tersebut berada di jalur kereta api.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur KA masih rendah. Bahkan warga dan anak-anak malah bermain atau duduk-duduk di rel kereta api, padahal sangat membahayakan keselamatan jiwa.

Sementara itu, Pemerintah Desa Balapulang Wetan mengusulkan pembuatan sarana dan prasarana untuk keselamatan warga yang beraktivitas dengan melewati perlintasan tanpa palang pintu di wilayah setempat.

Usulan tersebut dibahas sejumlah tokoh warga dan tokoh masyarakat mengingat kecelakaan kereta api yang merenggut korban jiwa tidak hanya terjadi satu atau dua kali saja di wilayah desa setempat.

‘’Kami meminta kepada pihak terkait untuk membangun sarana dan prasarana untuk keamanan masyarakat di perlintasan kereta api mengingat aktivitas warga desa cukup padat,’’ kata Kepala Desa Balapulang Wetan, Suaedi. 


(M Firdaus Ghozali/CN34/SM Network)