• KANAL BERITA

Damkar Roda Tiga Bisa Menjadi Solusi

Regu pemadam kebakaran Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga tengah menyisir bara api diantara sisa kebakaran yang melanda tempat produksi tahu milik Suyatno (60), warga RT 04 RW IV Dusun Manggung, Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Regu pemadam kebakaran Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga tengah menyisir bara api diantara sisa kebakaran yang melanda tempat produksi tahu milik Suyatno (60), warga RT 04 RW IV Dusun Manggung, Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Tajudinor menyebutkan, pihaknya sudah mengajukan alokasi anggaran pada APBD Perubahan 2019 untuk pengadaan unit pemadam kebakaran (damkar) berspesifikasi motor roda tiga. Damkar roda tiga, dinilai bisa menjadi solusi menjangkau area terpencil dan jalur yang memiliki kontur tanjakan terjal.

“Efisien pemadaman kebakaran yaitu dengan pengadaan motor roda tiga damkar. Karena kendala kita selama ini, lokasi kebakaran tidak bisa dijangkau mobil damkar,” kata Tajudinor, Rabu (18/6).

Ia menuturkan, belum lama ini sudah melakukan survei harga. Dan harganya terbilang terjangkau, yakni lebih kurang Rp 100 juta/unit. Setiap unit damkar roda tiga, dilengkapi dengan fasilitas pompa air, tangki air kapasitas 1.000 liter, selang, nozzle, dan tabung alat pemadam api ringan atau APAR.

Karena ada lima pos dan satu markas, setiap posnya minimal ada dua armada damkar roda tiga. “Jadi kita mengajukan 10 armada damkar roda tiga,” tuturnya.

Ada pun pengembangan berikutnya, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang akan fokus pada penanganan dan antisipasi kebakaran berbasis lingkungan kecamatan dan desa. Terlebih belum lama ini ada sinkronisasi RPJMDes dengan RPJP Kabupaten Semarang. Sejalan dengan itu, Tajudinor kemarin melalui Dispermasdes sudah mengusulkan agar dana desa bisa dialokasikan untuk membeli armada damkar roda tiga.

Terkait personelnya, bisa diisi oleh anggota Linmas yang sebelumnya dilatih khusus untuk penanganan kebakaran. “Kalau bisa, per desa ada satu armada. Sehingga jika ada kebakaran di desa, desa terdekat bisa membantu memadamkan disamping ada armada mobil dari lima pos yang disiagakan. Tentu bakal lebih cepat pemadamannya,” tegas dia.

Sebagai antisipasi terjadinya kebakaran, pihaknya kembali mengingatkan agar seluruh warga waspada. Apalagi saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Untuk menekan kasus kebakaran di Bumi Serasi, baru-baru ini Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang telah menggelar sosialisasi di lembaga pendidikan, instansi, rumah sakit, perusahaan dan kelompok masyarakat hingga lapisan RT. Demikian halnya dengan pembuatan dan distribusi pamlet berisi nomor telepon pos pemadam. Apabila mengetahui ada kebakaran, warga bisa mengakses nomor telepon Pos Damkar Ungaran (024) 6921413, Pos Damkar Ambarawa (0298) 594266, Pos Damkar Tengaran (0298) 3404011, dan Pos Damkar Bringin (0298) 3434329.

“Harapan kami, orang akan banyak tahu bagaimana mengangani sumber api yang memicu kebakaran,” tukasnya.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)