• KANAL BERITA

Mengeroyok Anggota Polri, Empat Orang Ditahan

Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono, menanyai para pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan, saat ekspose perkara ini di Mapolres, Rabu (19/6). (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono, menanyai para pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan, saat ekspose perkara ini di Mapolres, Rabu (19/6). (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Empat orang warga Kabupaten Semarang masing-masing Muslih (29) warga Bancak, Agus Darwanto (34) warga Nyamat, Tengaran, Jumadi (41) warga Sendang Bringin, dan Agus Purwanto, warga Ambarawa harus merasakan dinginnya dibalik jeruji besi tahan Polres Salatiga. Pasalnya mereka diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap korban yang bernama Yoyok S Nurcahyo (58), warga Jakarta.

Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono, saat ekspose perkara ini di Mapolres, Rabu (18/6) mengatakan, peristiwa pengeroyokan ini terjadi di SPBU Domas Jalan Pattimura Salatiga saat hari pertama Lebaran. Korban yang diketahui sebagai anggota Polisi yang bertugas di Mabes Polri sedang mengendarai mobil didatangi para pelaku.

"Para pelaku mengerubuti korban dengan memukul mobil dari luar. Korban kemudian keluar dari mobil dan beradu mulut. Pelaku kemudian memukul korban dengan helm dan tangan kosong," katanya.

Menurut Kapolres, kronologi pengungkapan kasus  pengeroyokan ini, bermula dari laporan korban pada Kamis (6/6) sekitar pukul 08.00 WIB di Polres Salatiga. Dalam laporan itu, pelapor menerangkan telah terjadi pengeroyokan sehari sebelumnya persisnya pada Rabu (5/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Lokasi pengeroyokan di pintu masuk SPBU Jalan Pattimura Salatiga.

"Atas laporan itu, petugas Reskrim Salatiga melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga melakukan penyelidikan dengan memeriksa kamera CCTV yang dipasang di SPBU. Setelah mengetahui ciri-ciri pelaku, petugas kemudian melakukan pencarian keberadaan para pelaku. Setelah mengetahui keberadaan pelaku,  petugas menangkap mereka di lokasi berbeda," katanya.

Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku perbuatan pengeroyokan dan selanjutnya ditahan di Rutan Polres. Ada pun perkaranya masih dalam penyidikan lebih lanjut.

Para tersangka dikenakan pasal 170 KUHA Pidana dengan ancaman hukuman maksimal tahun penjara. Soal korban kebetulan anggota Polri, Kapolres mengaku tidak tahu pangkat persisnya. Tetapi siapa pun warga negara akan diproses jika terbukti melanggar hukum.

Ia menambahkan dari hasil pengungkapan kasus tersebut petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu buah helm warna biru merk VOG, kemudian satu potong kaos motif bergaris warna hitam putih. Juga diamankan satu unit sepeda motor Suzuki H-4987-VI milik pelaku.

Tersangka Agus Darwanto kepada wartawan menyatakan, sebelum terjadi pengeroyokan ia merasa ada seorang temannya terinjak kakinya oleh korban saat melintas di Jalan Pattimura Salatiga.

"Setelah terinjak  terjadi dorong mendorong dengan korban dan berujung pada pemukulan. Saat itu kami semua sedang mabuk usai mengkonsumsi minuman keras," jelasnya.


(Moch Kundori/CN40/SM Network)