• KANAL BERITA

Antisipasi BPB, BBPOM Semarang Akan Periksa dan Uji Kondisi Pangan

Kepala BBPOM Semarang, Safriansyah, memberikan paparan saat kegiatan Forum Advokasi Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dan Lintas Sektor di Kabupaten Temanggung, dalam rangka Implementasi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, di Temanggung. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Kepala BBPOM Semarang, Safriansyah, memberikan paparan saat kegiatan Forum Advokasi Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dan Lintas Sektor di Kabupaten Temanggung, dalam rangka Implementasi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, di Temanggung. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Untuk mengantisipasi peredaran bahan pangan berbahaya (BPB), Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang bakal memeriksa kondisi pangan. Bahkan menguji secara cepat agar dapat menyeleksi pangan yang masuk ke pasar. "Kami akan melibatkan komunitas pasar untuk pangawasan pangan tersebut untuk program pasar aman dari bahan berbahaya," ujar Kepala BBPOM Semarang Safriansyah saat di Temanggung.

Hal itu ditegaskan Safriansyah saat pembukaan Forum Advokasi Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dan Lintas Sektor di Kabupaten Temanggung, dalam rangka Implementasi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya. Menurut dia, BBPOM memang sengaja melibatkan komunitas pasar untuk pangawasan pangan, agar nantinya mereka bisa memeriksa pangan serta menguji secara cepat, dalam menyeleksi pangan yang masuk ke pasar.

Pihaknya juga mengaku telah memberikan pelatihan kepada komunitas pasar. Jadi setelah pelatihan tersebut, mereka diharapkan akan mandiri dalam mengawasi bahan pangan yang masuk ke pasar. Dia mengakui, BBPOM Semarang memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk mengawasi bahan pangan di seluruh pasar di Jawa Tengah. Maka dari itu, komunitas masyarakat pasar akan dapat diberdayakan membantu pemerintah.

"Mereka akan mengawasi bahan pangan di pasar. Hal itu akan sangat efektif kalau dilaksanakan di masing-masing pasar. Karena, kalau menunggu BBPOM turun setahun satu, dua kali saja. Hal itu tidak akan efektif. Jika mereka menemukan bahan makanan mengandung bahan berbahaya, maka segera laporkan ke kita dan pemda mengamankan dan memberikan tindak lanjut yang lebih pasti agar pasar itu tidak lagi masuk bahan-bahan yang tidak sesuai dengan persyaratan kesehatan," beber dia.

Sementara itu, Penjabat Sekda Kabupaten Temanggung Suyono menyampaikan apresiasi Pemkab Temanggung diberikan kesempatan oleh BBPOM Semarang dalam program pasar aman dari bahan berbahaya ini. Dia menuturkan, penggunaan bahan makan berbahaya seperti borak dan formalin merugikan masyarakat terutama di bidamg kesehatan. "Pemkab komitmen bersama jajaran dan lintas sektor mendukung penuh apa yang menjadi program kegiatan ini," akunya.

Pihaknya juga mendorong Pemkab Temanggung kedepan ada kebijakan, termasuk penganggaran berkaitan dengan masalah bagaimana agar intervensi terhadap pasar ini. Diharapkan program itu tidak hanya di satu titik saja, karena di Kabupaten Temanggung terdapat sejumlah pasar tradisional yang beroperasi, antara lain Pasar Pringsurat, Pasar Temanggung, Pasar Parakan, Pasar Ngadirejo, dan Pasar Candiroto.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)