• KANAL BERITA

Puluhan Penumpang Kalibodri Terlantar

PENUMPANG TERLANTAR: Sejumlah calon penumpang KMP Kalibodri tujuan Kumai, Kalimantan Tengah, terlantar di Pelabuhan Kendal karena tidak mendapatkan tiket. (Foto suaramerdeka.com/dok)
PENUMPANG TERLANTAR: Sejumlah calon penumpang KMP Kalibodri tujuan Kumai, Kalimantan Tengah, terlantar di Pelabuhan Kendal karena tidak mendapatkan tiket. (Foto suaramerdeka.com/dok)

KALIWUNGU, suaramerdeka.com – Puluhan penumpang KMP Kalibodri di Pelabuhan Kendal, Kecamatan Kaliwungu, terlantar karena tidak mendapatkan tiket kapal tujuan Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah. 

Padahal sebagian besar penumpang tersebut dari sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jateng dan Jatim. Lantaran terlalu lama menunggu jadwal keberangkatan kapal berikutnya para calon penumpang tersebut memilih pulang ke rumah. Tiket KMP Kalibodri untuk tujuan Kumai pada 19 Juni sudah habis terjual, sedangkan penumpang terus berdatangan dan terpaksa menunggu.

Salah satu calon penumpang, Sutompo, mengaku, dirinya sudah bolak balik ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Kendal, namun tetap tidak mendapatkan tiket. 

‘’Saya sudah dua kali bolak balik, katanya di Semarang ada kapal ternyata juga sudah kehabisan tiket. Disuruh ke Kendal sama juga sampai sini sudah habis. Saya datang satu rombongan, sekitar 30 orang. Saya dan rombongan akan kembali ke Temanggung dan datang lagi besok Minggu,’’ kata dia. 

Hal serupa juga dialami Hariyanto. Calon penumpang dari Kabupaten Ngawi, Jatim harus kecewa. Dia bersama keluarganya tidak mendapatkan tiket tujuan Kumai. ‘’Saya sudah jauh-jauh dari Ngawi. Namun, sampai sini tidak dapat tiket. Saya terpaksa pulang dulu dan kembali lagi pada pelayaran berikutnya,’’ tuturnya. 

Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kendal, Andi Rahmat, mengatakan jumlah penumpang KMP Kalibodri untuk keberangkatan Rabu 19 Juni sudah penuh. Pihaknya bersama KSOP Semarang tidak memberikan toleransi dengan menambah jumlah penumpang. ‘’Keberangkatan kali ini jumlah penumpang sebanyak 498 orang. Pengawasan dan pemeriksaan ketat untuk keselamatan pelayaran,’’ terang dia.


(Rosyid Ridho/CN19/SM Network)