• KANAL BERITA

Median Tol Cipali Perlu Perhatian

Cegah Langsung Masuk Jalur Lawan

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul kecelakaan maut di Km 150,9 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Dinas Perhubungan Jabar menyebut bahwa sejumlah fasilitas di jalan bebas hambatan itu memang perlu diperbaiki. Di antaranya median jalan.

"Itu menyangkut kelengkapan keselamatan seperti median jalan. Kasus kemarin itu kan masuk ke jalur berlawanan sementara sepanjang median itu pembatasnya rumput, tanah," kata Kadishub Jabar, Hery Antasari di sela-sela kunjungan kerja Gubernur Ridwan Kamil ke Purwakarta, Rabu (19/6).

Pihaknya berharap keberadaan media tersebut menjadi atensi pengelola guna mencegah peristiwa serupa. Selain itu, kelengkapan penerangan jalan juga dinilai masih kurang. Padahal kelengkapan tersebut bakal membantu pengemudi dalam mengawasi trek dan lingkungan sekitarnya.

"Kami juga menilai keberadaan CCTV di sepanjang Tol Cipali masih perlu ditambah. Langkah ini guna memudahkan pengawasan di antaranya terhadap pergerakan kendaraan," katanya.

Di luar itu, pihaknya menganggap jumlah rest area perlu diperbanyak lagi sebagai bagian dari merekayasa tingkat kelelahan pengemudi dalam melahap tol yang menjadi pilihan favorit pengemudi pada arus mudik dan balik Lebaran lalu. "Kita perlu mengantisipasi titik jenuh di Tol Cipali," jelasnya.

Disinggung kasus kecelakaan Bus Safari, yang diduga karena sopir mendapat serangan dari penumpangnya sehingga laju menjadi tak terkendali, Hery Antasari menyebut bahwa hal tersebut perlu mendapat pencermatan.

Hal itu termasuk dalam merespon usulan perlunya sekat khusus guna memisahkan kabin sopir dan penumpang. Pihaknya memahami bahwa usulan tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan faktor keselamatan selama perjalanan.

"Itu tatarannya teknis, pusat yang sepertinya perlu memutuskannya. Karena kasusnya ini parsial, sementara kalau diterapkan akan menyangkut kebijakan secara nasional, menyeluruh. Tapi sepanjang menambah tingkat kenyamanan dan keamanan, tak ada salahnya dipertimbangkan," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)