• KANAL BERITA

Mensos: Biasakan Sebut KPM dengan Keluarga Pra Sejahtera

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita / Istimewa
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita / Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita mengajak seluruh Sumber Daya Manusia Pelaksana Program Keluarga Harapan (SDM PKH) untuk selalu munggunakan istilah positif dalam melaksanakan tugas melakukan pendampingan.

Mesos berharap SDM PKH dapat menyebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dengan sebutan Keluarga Pra Sejahtera, sehingga tidak ada lagi sebutan keluarga miskin. 

“Mari kita biasakan menyebut KPM dengan sebutan 'Keluarga Pra Sejahtera' sehingga tidak ada lagi istilah keluarga miskin bagi mereka,” jelasnya, seperti dilansir RRI, Selasa (18/6).

Mensos mengatakan, penggunaan isitilah Keluarga pmPra Sejahtera tersebut untuk menghilangkan stigma sosial negatif di masyarakat terhadap keberadaan KPM PKH. Di samping itu, istilah tersebut juga untuk meningkatkan kepercayaan diri KPM.

“Mari kita hilangkan stigma sosial ini, karena jika terus digunakan akan membekas kepada KPM meski mereka telah tergaduasi,” ujarnya.

Terhadap labelisasi rumah KPM PKH dengan label keluarga miskin di Rembang, Jawa Tengah, Mensos menyebut hal itu bukan kebijakan dari kementerian, namun ia menghargai upaya yang dilakukan SDM PKH kecamatan Panotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Ia berharap penggunaan istilah keluarga miskin tidak terulang di daerah lain karena akan berdampak negatif kepada keluarga tersebut.

“Jika mau diberikan label sebaiknya gunakan 'Keluarga Pra Sejahtera'. Ke depan harus tidak ada lagi istilah keluarga miskin,” lanjutnya.

Mensos menjelaskan, upaya yang dilakukan SDM PKH dengan memberikan label tersebut adalah untuk memastikan apakah KPM PKH masih layak menerima bantuan atau tidak.

“Ini merupakan inovasi temen-temen dilapangan dalam rangka menyadarkan KPM yang sudah mampu,” imbuhnya.

Seperti diketahui, SDM PKH Kabupaten Rembang besama Dinas Sosial setempat melakukan terobosan dengan memberikan sistem labelisasi rumah Keluarga Pra Sejahtera, yang telah dimulai di Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Langkah ini membuat sebanyak 1.701 KPM mengundurkan diri karena sudah membaik perekonomiannya.

Dari 1.701 KPM yang mundur, Kecamatan Pamotan menyumbang paling banyak yaitu 681 KPM. Sedangkan jumlah rumah KPM yang diberikan label sebanyak 2.672.


(Red/CN42/SM Network)