• KANAL BERITA

SMA 1 Salatiga Memenangkan Grand Award

Global Youth Forum di Korea Selatan

Para siswa SMA 1 memperagakan tarian adat Nusantara dalam lomba  Global Youth Forum dan Global Culture Festival  di kota Mungyeong Korea Selatan 7-11 Juni. (suaramerdeka.com/dok)
Para siswa SMA 1 memperagakan tarian adat Nusantara dalam lomba Global Youth Forum dan Global Culture Festival di kota Mungyeong Korea Selatan 7-11 Juni. (suaramerdeka.com/dok)

SALATIGA, suaramerdeka.com - SMA 1 Salatiga mendapatkan penghargaan grand award dalam ajang kompetisi internasional bertajuk  Global Youth Forum di kota Mungyeong Korea Selatan 7-11 Juni. Di kejuaraan itu, SMA 1 menurunkan dua tim masing-masing lima siswa untuk bersaing dengan tim-tim dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Filipina, China, dan tuan rumah Korea Selatan.

Guru pendamping siswa, Nurhajani Handojo mengatakan, para siswa SMA 1 berlomba dalam dua kategori masing-masing Global Youth Forum yaitu presentasi dengan mengangkat isu kekinian secara global. Satu lagi yaitu lomba seni budaya bertajuk Global Culture  Festival yaitu lomba kebudayaan dari masing-masing negara. Di ajang ini, tim siswa SMA 1 meraih penghargaan the best team. Adapun penyelenggara lomba ini adalah Global Vision Christian School. Kehadiran para siswa SMA 1 sebagai bagian dari sister school dengan Korea Selatan.

"Setiap tahun, SMA 1 Salatiga mengirimkan siswanya untuk mengikuti lomba seperti ini. Tetapi tahun ini paling membanggakan karena menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus, yaitu  grand award dan the best team," katanya.

Dua tim dari SMA 1 yang diterjunkan dalam lomba itu masing-masing  tim A terdiri atas  Veronika Vanny Pakpahan, Lourencia Aurel Putri Jovinca, Firman Emmanuel Declarantius Parulian, Meriva Putri Wibowo,  Gonxha Bojaxhiu Obed Setiabumi, dan  Azzahra Safira.

Tim B (Bramadi Theodorus Wijaya, Shafa Una Putri Purnomo, Aura Zahra Raihana,  Ivana Devona, Diamonda Dhiffa Mariya), mereka didampingi dua guru yaitu  Nurhajani Handojo dan Theresia Dini Retnawati.

Salah satu siswa, Firman Emmanuel mengatakan, dalam lomba kategori grand award itu, kelompoknya meyakinkan dewan juri dalam sebuah presentasi dengan mengangkat tema tentang kecerdasan buatan (artifisial intelegensia). Presentasi dalam bahas Inggris itu, mereka memaparkan melalui pentas drama dan juga presentasi di layar.

"Kami menerangkan tentang robot dari sisi keunggulan dan kelemahan. Di masa depan, robot akan berperan banyak dalam memudahkan pekerjaan manusia. Tetapi peran manusia masih tetap dibutuhkan karena memiliki sifat humanis. Mungkin itu yang bisa meyakinkan dewan juri sehingga kami menang," katanya.

Siswa lainnya, Gonxha Bojaxhiu Obed Setiabumi menambahkan,  untuk penghargaan kategori  best team, adalah penghargaan terbaik untuk kategori kebudayaan. Di kategori ini, siswa gabungan kelompok A dan B menyanyi dan menari tarian Nusantara. Gabungan tarian adat dari Aceh hingga Papua diperagakan secara medley dan mampu menyakinkan dewan juri untuk memberikan penghargaan terbaik.

Kepala SMA 1 Salatiga  Suyitno, mengatakan,  keberhasilan para siswanya dalam lomba internasional  itu, merupakan buah kerja keras dan kerja sama siswa serta guru. Prestasi itu juga diharapkan memotivasi siswa lainnya agar bisa berkarya.

"Sekolah selama ini berupaya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berprestasi di berbagai bidang. Semoga mereka siswa lainnya juga bisa meraih prestasi internasional," katanya.


(Moch Kundori/CN42/SM Network)