• KANAL BERITA

Alun-alun Kota Tegal Bebas PKL, Pedagang Minta Selter

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, bersama petugas Damkar menyemprot selokan yang mampet di Alun-alun Kota Tegal. (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, bersama petugas Damkar menyemprot selokan yang mampet di Alun-alun Kota Tegal. (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)

TEGAL, suaramerdeka.com - Sejumlah pedagang bundaran Alun-alun Kota Tegal menyatakan tidak setuju jika alun-alun harus bebas pedagang kaki lima (PKL). Pedagang minta jika kawasan itu terlarang untuk pedagang, agar pemkot didesak memberi solusi antara lain dibangunkan selter.

"Kalau pun alun-alun tanpa PKL harus ada solusi. Para PKL alun-alun disediakan tempat, dipindahkan di tempat yang khusus untuk berjualan di sekitar itu," kata Darkum, salah seorang pedagang, Senin (17/6).

Darkum, pedagang bubur ayam mengaku sudah mangkal lebih dari 20 tahun di kawasan Alun-alun Kota Tegal. Pedagang minta keberlangsungan PKL untuk memenuhi kebutuhan hidup juga seharusnya bisa turut diperhatikan.

Pedagang berdalih percuma saja tampilan Kota Tegal lebih baik, jika Pemkot tidak peduli pada rakyat kecil.

Menurut Darkum pemerintah perlu mempertimbangkan atau mengkajinya lagi jika benar-benar melarang PKL.  Misalnya, kata dia, apakah alun-alun akan ramai pengunjung jika tidak ada pedagang di sekitarnya.

Pemkot bisa menentukan lokasi atau selter khusus PKL. Asalkan kata dia, lokasinya tidak jauh dari alun-alun, seperti di daerah sekitar. ‘’Misal di Batang apa di Pekalongan di sana pedagangnya ditata tapi masih di kawasan alun-alun,’’ kata dia.

Senada, Yanto (39), penjual nasi goreng di alun-alun Tegal mengatakan, rencana pemindahan PKL sudah ada sejak masa Wali Kota Tegal Ikmal Jaya. Yanto mengaku tidak masalah jika harus dipindahkan.

Namun, ia mengusulkan agar tempat pemindahannya itu dekat dengan alun-alun. "Kami kan orang kecil. Kalau dipindahkan jauh dari alun-alun, belum tentu usaha kami akan laku. Apalagi saya sudah menggantungkan hidup di alun-alun selama 25 tahun," katanya.

Selain itu, Yanto juga merasa prihatin dengan kebersihan selokan alun-alun. Ia merasa malu, saat melihat Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono langsung turun tangan membersihan selokan alun-alun.

Menurutnya, Pemkot bisa memberikan pengarahan para PKL di alun-alun agar secara bersama menjaga kebersihan. Rencana alun-alun bebas PKL digulirkan wali kota dan pejabat pemkot menyusul pembuatan Taman Bunga di Lapangan Alun-alun Kota Tegal dalam waktu dekat.


(Tresno Setiadi/CN40/SM Network)