• KANAL BERITA

Anggaran Dana Desa Rp 257 Triliun Telah Digelontorkan

Peningkatan Capacity Building Desa Terus Dilakukan

Direktur PMD Ditjen PPMD Kemendesa RI, Muhammad Fachri, bersama Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, membuka Festival Sindoro Sumbing: Ngopi di Papringan, bertempat di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu, Temanggung, Minggu (16/6) lalu. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Direktur PMD Ditjen PPMD Kemendesa RI, Muhammad Fachri, bersama Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, membuka Festival Sindoro Sumbing: Ngopi di Papringan, bertempat di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu, Temanggung, Minggu (16/6) lalu. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia menyebut uang yang dikelola desa saat ini sangat memadai. Dalam kurun lima tahun terakhir, sudah Rp 257 Triliun Dana Desa disalurkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). "Tahun ini Rp 70 Triliun Dana Desa didistribusi ke 74.957 desa di Indonesia," ujar Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ditjen PPMD Kemendesa RI, Muhammad Fachri.

Hal itu ditegaskan Fachri saat menghadiri kegiatan Festival Sindoro Sumbing: Ngopi di Papringan, bertempat di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu, Temanggung, baru-baru ini. Menurut dia, dana sebesar itu salah satu telah dialokasikan dalam kegiatan peningkatan capacity building di banyak desa, seperti halnya untuk study banding maupun study tiru. "Potensi kearifan lokal yang sudah maju di Temanggung, sebaiknya direplikasi oleh desa-desa lain," tutur dia.

Lebih lanjut Fachri menyebutkan, sudah seyogyanya potensi yang sudah berjalan baik di Desa Ngadimulyo di Temanggung juga diangkat ke nasional, agar banyak desa lain di tanah air bisa ikut maju. “Nantinya, teman-teman dari daerah lain tidak hanya mengacu ke Desa Ponggok di Jogya, Desa Pujon Kidul di Malang, Jawa Timur, atau ke Desa Kutu di Bali. Tapi sudah mulai ke Desa Ngadimulyo di Temanggung ini,” harap dia.

Direktur PMD Ditjen PPMD Kemendesa RI, Muhammad Fachri bersama Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, meninjau lokasi Festival Sindoro Sumbing, Temanggung, Minggu (16/6) lalu. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Direktur PMD Ditjen PPMD Kemendesa RI, Muhammad Fachri bersama Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, meninjau lokasi Festival Sindoro Sumbing, Temanggung, Minggu (16/6) lalu. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

Menurut dia, di Pasar Papringan, nantinya orang-orang desa menimba ilmu tentang berbagai kebudayaan dan kearifan lokal desa. Pola pengembangan capacity building yang klasikal di dalam ruangan, seperti menerima materi dari para narasumber, sudah kurang diminati. Olehnya itu, Pasar Papringan harus segera dipikirkan bagaimana infrastrukturnya disiapkan dengan fasilitas yang memadai, agar semakin nyaman.

Kemudian, didukung tenaga fasilitator yang mendampingi dalam menerima kunjungan dari daerah lain. “Seperti festival hari ini, dengan sub tema kopi. Ini baru tema kopi saja. Belum tema-tema kearifan lokal lainnya. Ketika kearifan lokal berpadu dengan konsep manajeman modern, seperti yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) kita, saya semakin optimistis dengan masa depan desa yang semakin cemerlang,” jelas Fachri.

Diakui Direktur PMD, potensi kearifan lokal yang sudah maju di Temanggung, sebaiknya direplikasi oleh desa-desa lain. Ini paralel dengan Program Inovasi Desa (PID) yang dikembangkan Kementerian Desa sekarang ini. Terlebih lagi, pola kolaborasi antar pihak terkait dalam membangun Kabupaten Temanggung, berjalan baik dan sinergis. “Tempat ini sudah kami promosikan ke beberapa daerah lain," beber dia.

Termasuk, kata dia kepada Bupati Dairi, Provinsi Sumut. Pihaknya merekomendasikan berkunjung ke Papringan. Bila mau belajar pola kolaborasi peran antara pemerintah, desa, komunitas, dan peran multi stakeholder, datanglah ke Temanggung. Singgahlah di Papringan. Silakan lihat model pengembangan potensi lokal daerahnya. Seperti di Pasar Papringan. Hampir tidak ada yang dihilangkan dari wajah asli kebun bambunya.

Sementara itu, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengapresiasi ide dan dukungan yang disampaikan Direktur PMD soal Pasar Papringan yang menjadi pusat study. Bupati menyatakan akan segera merealisasikan hal itu. Sehingga ke depan, lokasi Pasar Papringan akan menjadi tujuan study daerah dan desa-desa di Indonesia. “Kami berterima kasih atas gagasan dari Direktur PMD. Ini menjadi agenda prioritas yang segera diwujudkan," ujarnya.

Kebetulan, kata dia, saat ini lokasi Pasar Papringan telah menjadi pusat kunjungan. Selain Bupati Temanggung, Kadis Permades-Dukcapil Jawa Tengah  Sugeng Riyanto, Kadis Permades Kabupaten Temanggung Agus Sarwono, Staf Ahli Program Indosiana Kemendikbud, Fafa Utami, juga hadir di arena festival. Praktisi BumDes Kharil Anom dan Praktisi Kopi dari Kabupaten Kerinci, Jambi, juga meramaikan kegiatan Festival Sindoro Sumbing.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)