• KANAL BERITA

Pasar Bintingan Bakal Terapkan E-Retribusi

GELAR DAGANGAN : Sejumlah pedagang ayam menggelar dagangan di Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus, kemarin. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
GELAR DAGANGAN : Sejumlah pedagang ayam menggelar dagangan di Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus, kemarin. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus berencana memperluas penerapan pembayaran retribusi pasar tradisional secara elektronik yang saat ini baru diberlakukan di Pasar Kliwon.  E-retribusi akan memudahkan pedagang dan pemantauan pemasukan retribusi.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Albertus Harys Yunanto mengatakan realisasi retribusi semakin mudah dipantau dengan E-retribusi.

Pembayaran secara elektronik juga memudahkan pedagang dan laporan pendapatan retribusi jauh lebih akurat karena tersaji secara "real time". Uang retribusi yan disetor pedagang langsung masuk ke kas daerah.

Setelah Pasar Kliwon yang telah menerapkan e-retribusi, Dinas Perdagangan berencana menerapkan sistem serupa di Pasar Bitingan. Data Dinas Perdagangan menyebutkan, total 1.714 pedagang di pasar tersebut.

Mereka menempati 336 kios dan 2.229 los serta lesehan 43 petak di areal pelataran. ‘’Pemberlakuan E-retribusi meskipun belum menyeluruh, lebih memudahkan dalam pelaporan realisasi penerimaan retribusi pasar,’’  katanya.

Namun, Harys mengakui penerapan e-retribusi di Pasar Kliwon belum menyeluruh lantaran data pedagang harus disesuaikan. Ada tempat berjualan diteruskan anaknya sehingga perlu ada perubahan nama pemilik.

‘’Kami menemukan 2.000-an keping kartu E-retribusi perlu ada perbaikan karena ada kesalahan dalam penulisannya. Kartu tersebut belum bisa digunakan semuanya,’’ katanya.

Total ada sebanyak 2.219 pedagang di Pasar Kliwon. Mereka menempati 35 ruko, 536 kios, 2.229 los, dan pelataran bisa menampung 43 lapak pedagang. Meskipun sudah diberlakukan E-retribusi, pedagang di Pasar Kliwon belum memiliki kesadaran membayar retribusi ke kantor.

Petugas harus mendatangi satu per satu pedagang di kios masing-masing, dengan membawa mesin electronic data capture (EDC). Besarnya retribusi disesuaikan dengan luas kios berjualan.

‘’Penerapan E-retribusi diharapkan bisa meningkatkan ketertiban pedagang Pasar Kliwon dalam membayar retribusi. Selama ini tingkat kedisiplinan masih rendah,’’ kata Harys.

Selain itu, penerapan E-retribusi untuk menekan penyalahgunaan uang retribusi. Target retribusi di Pasar Kliwon tahun ini mencapai Rp 13 miliar.


(Saiful Annas/CN39/SM Network)