• KANAL BERITA

Tim Saber Intai Pembuang Sampah Liar

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Untuk mengatasi persoalan sampah liar yang semakin tidak terkendali di wilayah Sukoharjo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo akan memaksilkan Tim Saber Sampah. Tim akan patroli rutin mengintai lokasi pembuangan sampah sembarangan itu.

‘’Tim saber sampah ini, orang-orangnya dari DLH, Satpol PP dan Bagian Hukum. Itu akan kami maksimalkan penanganan sampah liar di wilayah Sukoharjo,’’ kata Kepala DLH Sukoharjo, Agustinus Setiyono, Minggu (16/6).

Tim akan menyisir lokasi rawan pembuangan sampah liar. Biasanya di pinggir-pinggir jalan yang jauh dari permukiman yang tersebar di 12 kecamatan di Sukoharjo. Keberadaan sampah-sampah di pinggir jalan itu sangat menganggu pengguna jalan dan masyarakat.

‘’Ada warga tertangkap basah saat membuang sampah sembarangan. Dia menangis, tapi akhirnya dilepas setelah diberi peringatan keras untuk tidak mengulanginya. Jika ketangkap lagi akan kami tindak tegas,’’ kata dia.

Biasanya mereka membuang sampah malam hari, antara pukul 01.00 -02.00 WIB. Atau setelah waktu subuh. Merek jarang membuang sampah saat pagi atau siang. Patroli dan pengintaian terus dilakukan tidak hanya di satu lokasi tapi yang dipakai untuk pembuangan sampah liar namun secara bergantian.

‘’Sebenarnya tim ini sudah lama terbentuk tapi tidak aktif dan sekarang kami aktifkan lagi. Ini sangat efektif pastinya untuk memantau,’’ katanya.

Pengaktifan tim sebagai langkah pencegahan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Sosialisasi terus dilakukan baik mengundang masyarakat langsung atau lewat tulisan-tulisan dilarang membuang sampah sembarangan.

‘’Pembersihan sampah liar terus dilakukan, tapi banyak anggapan jika itu merupakan lokasi resmi. Sosialisasi terus kami lakukan,’’ ujar dia.

Sebenarnya tiap-tiap desa punya tempat pembuangan sementara (TPS) sampah, mungkin dua desa bisa satu TPS. Nanti dari DLH tinggal mengambil sampah dan membuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo.

Masyarakat juga diimbau untuk ikut menangani masalah sampah. ‘’Sebenarnya itu tanggung jawab pemerintah desa dan masyarakat. Masyarakat juga bisa melakukan pengolahan sampah baik organic dan nonorganik menjadi barang bernilai,’’ kata Setiyono.


(Ari Welianto/CN40/SM Network)