• KANAL BERITA

PB Percasi Ingin Buka Sentra Penghasil Pecatur

Seluruh pecatur yang ambil bagian dalam turnamen catur internasional JAPFA GM dan WGN Tournament 2019 foto bersama dengan Ketum PB Percasi Utut Adianto dan tamu undangan lainnya usai pembukaan turnamen di Hotel Inna Garuda Yogyakarta (13/6).
Seluruh pecatur yang ambil bagian dalam turnamen catur internasional JAPFA GM dan WGN Tournament 2019 foto bersama dengan Ketum PB Percasi Utut Adianto dan tamu undangan lainnya usai pembukaan turnamen di Hotel Inna Garuda Yogyakarta (13/6).

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com- Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) terus menggenjot turnamen-turnamen catur di Indonesia. Tujuannya agar pecatur andal di Tanah Air dapat terus bermunculan.

“Tahun lalu kami buat (turnamen) di Solo, lalu pekan ini di Jogja. Pekan depan di Solo lagi ada kejuaraan Asia untuk yunior. Kemudian di Kalimantan juga akan digelar tahun ini. Pokoknya perbanyak turnamenlah,” tegas Ketua Umum (Ketum) PB Percasi Utut Adianto.

Ditemui di sela-sela turnamen catur internasional, JAPFA GM-WGM Tournament 2019 di Hotel Inna Garuda Jogja, Utut melakukan langkah memperbanyak turnamen catur bukannya tanpa alasan. Baik itu turnamen catur internasional maupun nasional banyak digelar maka diharapkan menggairahkan lagi olahraga catur di daerah-daerah.

“Kami terus mencoba membuka lagi sentra-sentra penghasil catur andal di Indonesia. Seperti di Jogja ini dimana saya pernah bermain juga di sebuah kejuaraan di kota ini. Jawa itu gudangnya pecatur dan beberapa kota lainnya di Indonesia,” papar pria yang juga pecatur kelas dunia itu.

Utut yang saat ini lebih sibuk bertugas sebagai wakil rakyat di DPR RI mengakui bahwa problem catur selama ini yang ditemuinya adalah jumlah peminatnya yang masih sedikit.

Dia membandingkan dengan olahraga paling populer seperti sepak bola yang dianggapnya sangat sulit ditandingi catur dalam hal antusiasme penikmatnya.

“Problem catur itu yang nonton sedikit. Kalau ada turnamen paling yang datang itu orang tuanya si pecatur, teman-temannya. Tapi ini bukan jadi masalah karena saya tegaskan ke teman-teman pengurus bahwa kami harus bekerja keras, yang kami punya ya kami jalankan,” tuturnya.

Langkah PB Percasi memperbanyak turnamen didukung pecatur andalan Indonesia, Susanto Megaranto. Pecatur dengan elo rating 2548 bergelar Grand Master (GM) itu mengakui bahwa jumlah turnamen catur di Indonesia masih minim.

“Khususnya turnamen internasional harus diperbanyak agar pecatur kita bisa banyak mendapat gelar master internasional (MI). Ya minimal lima kali dalam setahun itu pun masih sedikit, saat ini baru tiga sampai empat kali sepengetahuan saya,” sambung Susanto yang turut ambil bagian dalam JAPFA GM-WGM Tournament 2019 ini.

Disisi lain setelah gemilang di hari pertama dengan memimpin klasemen sementara, dua pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto dan WIM Chelsie Monica Ignesias harus rela turun peringkat di hari keempat babak ketiga. Pada babak ketiga pagi tadi (15/6) giliran pecatur Eropa yang mimpin klasemen sementara. 

Di kelompok putri, pecatur asal Georgia, WGM Keti Tsatsalashvili berhasil meraih 3 poin, sedangkan pecatur Kazakhstan, GM Rustam Khusnutdinov memimpin klasemen putra dengan 2,5 poin. 


(Gading Persada /CN34/SM Network)