• KANAL BERITA

Dinsos Gunungkidul: Sumpah Agama di Formulir SKTM untuk Latih Kejujuran Warga

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Baru-baru ini seorang warga RT 3 RW 5, Dusun Ngadipiro Kidul, Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul mengajukan pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Narmi (55 tahun), nama warga Ngadipiro itu, mengajukan pembuatan KIS lantaran tiba-tiba diblokir saat digunakan untuk berobat di Puskesmas Semin.

"Atas saran dari dokter saat itu suruh buat (KIS) yang baru," ujar Narmi.

Dalam pengajuan KIS itu harus melalui kantor kelurahan setempat dan diwajibkan mengisi formulir untuk pengajuan surat keterangan tidak mampu (SKTM). "Setelah saya lihat isi surat pernyataannya saya kaget, kok isinya gitu (ada penyataan yang mewajibkan untuk sumpah secara agama)," tambahnya.

Menurut Kepala Desa Rejosari, Paliyo, bahwa memang benar adanya pernyataan sumpah secara agama di formulir pengajuan SKTM. Menurutnya, surat itu sebagai salah satu syarat untuk mengajukan SKTM ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul membenarkan adanya sumpah agama pada isi Surat Penyataan Miskin untuk pemohon SKTM di Gunungkidul. Hal itu sesuai Peraturan Bupati dan bertujuan melatih kejujuran pemohon SKTM.

Selain itu, menurut Kepala Dinsos Kabupaten Gunungkidul, Siwi Iriyanti, bahwa pencantuman sumpah Agama pada Surat Pernyataan Miskin merupakan strategi untuk menekan alokasi APBD. Mengingat alokasi APBD untuk pengajuan Kartu Indonesia Sehat (KIS) terbatas.

"Alokasi APBD kita kan terbatas, karena itu dilakukan pembahasan untuk membuat strategi yaitu Perbup (Peraturan Bupati) bersama tim, dan akhirnya keluar Perbub nomor 98," pungkasnya.


(Red, DTC/CN40)