• KANAL BERITA

Lokasi Proyek Perumahan Grasima Dijaga Personel Keamanan Internal

foto: suaramerdeka.com/Budi Santoso
foto: suaramerdeka.com/Budi Santoso

BOYOLALI,suaramerdeka.com – Lokasi pembangunan perumahan Grasima Regency di Dukuh Singkil, Karanggeneng, Kecamatan/Kabupaten Boyolali mulai dijaga oleh petugas keamanan dari PT Graha Pondasi Utama. Langkah pengamanan internal ini diambil pengembang untuk pengawasan dalam proyek pembangunan perumahan.

Informasi yang diterima suaramerdeka.com, Sabtu (15/6) siang menyebutkan, pengembang mulai membangun pos penjagaan (gazebo). Pos yang dibangun di pintu utama lokasi proyek bakal ditunggui sejumlah orang. Pasalnya, mulai pekan depan ada pekerjaan proyek berupa rumah contoh di lahan seluas 5.580 mr itu segera direalisasikan.

Direktur Marketing PT Graha Pondasi Utama, Suratno menuturkan, pendirian pos keamanan ini diperuntukkan untuk menjaga properti milik pengembang.

“Ya ini sifatnya pengamanan biasa, aktivitas rutin dilakukan perusahaan untuk menjaga aset dan properti,” tandas Suratno.

Suratno menambahkan, perusahaannya ingin memastikan keamanan aset dan keselamatan para pekerja. Di luar itu pengamanan internal, pihaknya juga berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan dan aparat kemanan setempat dalam keamanan lingkungan.
“Hari ini kami berkunjung ke perangkat RT setempat untuk menyampaikan adanya aktivitas pengamanan di sekitar proyek. Semoga Pak RT dan warga sekitar memahami hal ini,” imbuhnya.

Suratno membatah bila pengamanan ini disiapkan karena adanya somasi dari pengacara asal Jakarta yang mendesak pembangunan perumahan di Singkil ini dihentikan.

Menurutnya persoalan somasi yang ditulis media online dengan narasumber dari lawyer Ibukota ini adalah hal berbeda. Meski dia tak menampik sudah melakukan langkah-langkah konkrit seperti klarifikasi ke media online mainstream dan melakukan sejumlah langkah klarifikasi.

Ketua Rt 004 Rw 14 Singkil, Sidik Purnarman tidak mempermasalahkan bila ada aktivitas pengamanan internal di sekitar perumahan.

“Ya (penempatan personel keamanan perumahan-red) itu sah-sah saja,lha wong pengembang sudah melalui proses perizinan yang ada,” kata Purnarman.


(Budi Santoso/CN40/SM Network)