• KANAL BERITA

FKUB Jateng Ingin Perbedaan Keyakinan Perkuat Kohesi Sosial

Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Syahlan (kanan) berbincang bincang dengan Romo Vincentius K Watun OMI saat berkunjung di kediaman rumah KH Taslim di Jalan Karonsih Utara Raya No 243 Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)
Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Syahlan (kanan) berbincang bincang dengan Romo Vincentius K Watun OMI saat berkunjung di kediaman rumah KH Taslim di Jalan Karonsih Utara Raya No 243 Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah menginginkan perbedaan keyakinan antar umat beragama di Indonesia semakin tumbuh dewasa dan berdampingan secara berirama. Hal itu demi terciptanya tatanan masyarakat yang harmoni dalam membangun kohesi sosial bersama.

"Bagiamana keyakinan keyakinan yang berbeda itu dapat bersatu dalam membangun kohesi (hubungan erat atau perpaduan yang kokoh-red) sosial," kata Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Syahlan saat memberikan keterangan terkait kondisi keberagaman di Jawa Tengah dewasa ini kepada suaramerdeka.com, Sabtu (15/6).

Kiai Taslim menjelaskan, setidaknya terdapat empat poin yang dicita-citakan FKUB Jateng. Pertama, mendorong semua pemeluk agama dalam mengekspresikan keberagaman dengan baik, tanpa paksaan dari pihak mana pun. Kedua, mendorong semua pemeluk umat beragama untuk saling memberi ruang belajar. Ketiga, memuliakan keyakinan satu dengan keyakinan yang lain. Keempat, bagiamana perbedaan keyakinan yang ada dapat bersatu dalam membangun kohesi.

"Dengan begitu semua nilai nilai agama yang diharapkan dapat merajut soliditas (kerukunan) bersama," imbuhnya.

Sementara itu, pastor di Paroki St Stefanus Cilacap, Romo Vincentius K Watun OMI saat berkunjung di kediaman Kiai Taslim mengatakan, Katolik memiliki konsen dalam membangun kerukunan lintas keyakinan umat beragama di Indonesia. Tak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa Katolik meyakini, terdapat keselamatan di luar gereja.

"Kalau amalnya baik, maka secara otomatis baik. Tidak harus menjadi seorang Katolik. Kami berkomitmen bersama sama dalam membangun kerukunan antar umat beragama di Indonesia," kata Romo Vincen yang juga pengurus FKUB Kabupaten Cilacap tersebut.


(Siswo Ariwibowo /CN40/SM Network)