• KANAL BERITA

Empat dari Enam Orang Tak Bawa KTP Elektronik Diamankan Tim Gabungan

foto: istimewa
foto: istimewa

DENPASAR, suaramerdeka.com - Enam orang tak membawa e-KTP terjaring sidak penduduk pendatang yang digelar tim gabungan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Denpasar, Satpol PP, Kepolisian dan KPKL. Namun dari enam orang tersebut, akhirnya hanya empat orang yang diamankan.

"Total enam orang yang didata ini mereka tidak mengantongi e-KTP, tetapi ada yang membawa KTP nonelektronik, Kartu Keluarga, dan bahkan ada yang membawa SIM atau STNK, jadi enam orang ini tetap kita data kembali sebagai upaya tertib administrasi. Sidak juga akan dilaksanakan hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai upaya pemetaan jumlah penduduk," kata Kadis Dukcapil Kota Denpasar, I Dewa Gede Juli Artabrata kepada wartawan di Denpasar, Bali, Sabtu (15/6).

Juli mengatakan dua orang akhirnya dilepaskan karena memiliki penjamin. Sementara empat orang sisanya diamankan oleh Satpol PP.

Perlu diketahui, Tim Gabungan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Denpasar, Satpol PP, Kepolisian dan KPKL menggelar sidak penduduk pendatang di Pelabuhan Benoa. Sidak ini dilakukan masih dalam rangka operasi yustisi usai arus mudik Lebaran. Salah satu yang disidak yakni penumpang dari KM Wilis dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengangkut 440 penumpang.

Para penyedia jasa penyeberangan diminta mengimbau para penumpangnya untuk melengkapi kartu identitas diri seperti e-KTP. Ini dilakukan untuk mengantisipasi pendatang ilegal dan tertib administrasi.

"Untuk itu saya imbau agar semua penduduk kemanapun tujuannya harus membawa e-KTP, dan kepada seluruh pelabuhan agar ikut menyosialisasikan tertib administrasi dari keberangkatan," imbau Juli.

 


(Red, DTC/CN40)