• KANAL BERITA

Kemenpar-Udinus Dampingi Kampung Dolanan Walitelon Utara

BERI SAMBUTAN: Kasubdit Kemitraan Usaha Masyarakat, Kementerian Pariwisata RI, Rulita Matsuri, memberikan sambutan pada acara pelatihan masyarakat desa wisata di Walitelon Utara Temanggung, Sabtu (15/6). (Foto suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)
BERI SAMBUTAN: Kasubdit Kemitraan Usaha Masyarakat, Kementerian Pariwisata RI, Rulita Matsuri, memberikan sambutan pada acara pelatihan masyarakat desa wisata di Walitelon Utara Temanggung, Sabtu (15/6). (Foto suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Kementerian Pariwisata RI bersama Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mendampingi Kelurahan Walitelon Utara, Kecamatan/Kabupaten Temanggung yang sedang menggiatkan berdirinya Kampung Dolanan. Pendampingan diwujudkan dalam bentuk pelatihan pariwisata kepada masyarakat. 

Kasubdit Kemitraan Usaha Masyarakat, Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pariwisata RI, Rulita Matsuri Rahma Esa, mengatakan, pihaknya menggandeng 57 perguruan tinggi di Indonesia yang masing-masing bertugas menggandeng satu desa untuk bisa ditingkatkan dari berbagai segi.

"Kita harapkan dari setiap desa yang didampingi perguruan tinggi melalui program pengabdian masyarakat ada progres kemajuannya. Nah, yang khusus dolanan baru di Walitelon Utara Temanggung ini. Nantinya pendampingan ini akan ada penilaian dan evaluasi,"ujarnya ditemui di sela-sela acara Fasilitasi Pelatihan Nasyarakat Desa Wisata di Balai RW Walitelon Utara, Sabtu (15/6).

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Udinus, Raden Arief Nugroho, menuturkan, fasilitasi yang dilakukan adalah untuk memajukan potensi daerah dengan mengembangkan pariwisata baru seperti di Walitelon Utara. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM)-nya terlebih dahulu guna mendukung potensi alam yang ada. 

"Materinya ada sapta pesona, dasar-dasar kepariwisataan, dasar-dasar pemandu wisata, dan promosi pariwisata melalui sosial media. Kita pilih Walitelon Utara karena aksesnya dekat dengan daerah tujuan wisata besar seperti Wonosobo (Dieng), Magelang (Borobudur), dan Yogyakarta, sehingga di sini sesungguhnya ada potensi pariwisatanya,"katanya. 

Pendampingan dilakukan dengan upaya saling mendukung sebab sebelumnya warga sudah punya inisiatif untuk membuat kampung wisata khususnya dolanan anak. Oleh karenanya, tinggal mengembangkan agar lebih baik dan digarap dari berbagai sisi termasuk edukasinya. 

Dalam pelatihan ini diterjunkan juga mahasiswa dan para dosen yang berkompeten di bidangnya, seperti Emik Rahayu (memberikan materi identifikasi wahana wisata dan penentuan paket tour). Lalu Cindy Citya Dima memberikan materi teknik komunikasi dan pemanduan wisata.  

Lurah Walitelon Utara Wahyu Pratomo mengatakan, warganya memang mempunyai keinginan membuat kampung wisata di mana wilayahnya memang banyak petani, adat istiadat masih bagus, dan kegotong royongan masih tinggi. Dengan modal itu didukung potensi alam yang ada pihaknya yakin bisa mewujudkan mimpi membangun kampung wisata dolanan anak. 

Masyarakat pun telah memulai dengan membuat kembali mainan (dolanan) tradisional yang saat ini dianggap sudah langka dan tergeser kemajuan zaman, seperti egrang, gapyak, dakon, kitiran, yoyo, tali karet. Lalu berbagai permainan tradisional seperti bentik, gobak sodor, gobak santang, wilwa, jalumpet, dan lain sebagainya. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung Wara Andijani, mengapresiasi upaya mewujudkan Walitelon Utara menjadi kampung dolanan anak. Letak Temanggung yang berada di antara Dieng dan Borobudur membuat kawasan ini mempunyai peluang mengembangkan desa wisata.


(Raditia Yoni Ariya/CN19/SM Network)