• KANAL BERITA

Masyarakat Maluku di Salatiga Rayakan Hari Pattimura Ke-202

PADUAN SUARA : Kelompok paduan suara memeriahkan  perayaan Hari Pattimura ke-202 di Balairung Kampus UKSW Salatiga, Jumat (14/6) malam. (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
PADUAN SUARA : Kelompok paduan suara memeriahkan perayaan Hari Pattimura ke-202 di Balairung Kampus UKSW Salatiga, Jumat (14/6) malam. (suaramerdeka.com / Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Masyarakat yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Maluku Salatiga, serta  Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Maluku Salatiga,  menyelenggarakan kegiatan perayaan Hari Pattimura ke-202 di Balairung Kampus UKSW Salatiga, Jumat (14/6) malam. Kegiatan dihadiri ratusan orang yang memadati gedung tersebut.

Kegiatan berupa pembakaran dan arak-arakan obor, penyerahan obor, serta penampilan tari tarian Maluku. Selain  itu juga sambutan-sambutan dari perwakilan  Rektor UKSW, Wali Kota salatiga, Gubernur Maluku, dan Gubernur Jateng.  

Ketua Panitia, Deglorians Tuhena mengatakan,  kegiatan ini digelar untuk memperingati pahlawan nasional asal Maluku yaitu Kapitan Pattimura. Menurutnya,  perayaan yang dilaksanakan di Salatiga merupakan kegiatan tahunan oleh pelajar dan mahasiswa Maluku dan Maluku Utara. Mereka menyadari pentingnya sebuah transformasi sejarah menjadi kesadaran filosofi bagi kebangkitan generasi muda Maluku secara keseluruhan.

"Tujuan kegiatan ini di antaranya memberikan dan menyampaikan semangat pahlawan Pattimura kepada masyarakat Maluku dan Maluku Utara yang ada di perantauan khususnya Jawa Tengah.  Diharapkan mereka peduli dan bertanggung jawab atas persoalan lingkungan yang ada di Maluku," katanya.

Selain itu, lanjut Deglorians, kegiatan bertujuan mempromosikan kebudayaan Maluku dan Maluku Utara melalui kesenian, musik, dan tarian tradisional. Juga  menjalin solidaritas dan kepedulian antar hidup orang-orang bersaudara dari Maluku mau pun Indonesia.

Dalam acara puncak peringatan itu, obor Pattimura diterima dari bukit salib oleh ketua etnis dari Maluku mau pun Maluku utara.  Kemudian dibawa ke lapangan sepak bola UKSW dengan diiringi tarian cakalele.

Di lapangan sepak bola, obor diserahkan kepada sembilan orang perwakilan sub suku di Maluku dan Maluku Utara. Kemudian obor dibawa ke balairung UKSW.  Di  balairung, obor diserahkan kepada orang tua kerukunan keluarga Maluku dan dilanjutkan dengan acara hiburan yang menampilkan kesenian, musik, dan budaya Maluku.

 


(Moch Kundori/CN26/SM Network)