• KANAL BERITA

Tiket Bus Naik Berlipat, Pemudik Kelabakan

TURUNKAN PENUMPANG: Penumpang turun dari sebuah bus di Terminal tipe A Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (14/6). (suaramerdeka.com/Saiful Annas) 
TURUNKAN PENUMPANG: Penumpang turun dari sebuah bus di Terminal tipe A Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (14/6). (suaramerdeka.com/Saiful Annas) 

KUDUS, suaramerdeka.com – Sejumlah pemudik di Terminal Tipe A Jati Kabupaten Kudus mengaku kelabakan mengetahui harga tiket balik setelah libur Lebaran. Tiket Kudus-Jakarta, naik berlipat dari Rp 200 ribu menjadi Rp 400 ribu.

‘’Saat mudik bertiga per orang hanya dikenakan Rp 190 ribu. Saat mau balik ke Jakarta hari ini (Jumat 14/6), kami kaget harga tiket dijual Rp 400 ribu per orang,’’ kata Semedi Djoko Lelono (57), pemudik asal Bekasi, Jumat (14/6).

Djoko mengatakan, saat mudik Lebaran ia mendapat tiket dari Terminal Pulogebang ke Kudus seharga Rp 200 ribu dengan diskon Rp 10 ribu karena tergabung dalam komunitas penumpang bus.

Harga tiket di agen bus lainnya juga masih tinggi. Masih mahalnya tiket dinilai tidak wajar. Biasanya, harga tiket kembali normal setelah H+7 Lebaran. Djoko mengaku telah melayangkan keluhan ke pengelola terminal, namun tidak ditanggapi serius.

‘’Padahal anak saya harus mendaftar sekolah, Senin mendatang. Rencananya hari ini kami pulang untuk mempersiapkan pendaftaran sekolah. Karena tiket mahal, kami pun menunda kepulangan,’’ katanya.

Mahalnya harga tiket juga dikeluhkan penumpang jurusan Bandung. Sutejo (45), pemudik yang hendak kembali ke Bandung kaget mengetahui harga tiket bus jurusan Kudus- Bandung Rp 336 ribu. Padahal biasanya tiket dijual Rp 200 ribu-Rp 250 ribu.

Busiri, salah satu pengelola agen tiket bus di terminal Jati Kudus membenarkan jika tiket bus jurusan sejumlah kota besar di luar Jawa Tengah masih tinggi. Ia mencontohkan, harga tiket Kudus -Jakarta dijual mulai Rp 430 ribu-Rp 450 ribu.

‘’Harga tiket kemungkinan mulai turun pekan depan, seiring jumlah penumpang arus balik yang mulai berkurang,’’ katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan, ketentuan patokan tarif tiket bus menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. ‘’Kami tidak berwenang menentukan harga tiket,’’ katanya.


(Saiful Annas/CN39/SM Network)