• KANAL BERITA

Tak Perlu Revisi Aturan, Sistim Zonasi Harus Didukung

Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv (Foto suaramerdeka.com/dok)
Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv (Foto suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Di tengah pro dan kontra tentang penerapan sistem zonasi pada PPDB SMA 2019, anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv menyatakan dukungannya. Ia meminta masyarakat dan pejabat tak buru-buru reaktif untuk menolak atau merevisi aturan tersebut. Harus dicermati regulasi untuk tujuan jangka panjangnya.

Zen meyakini awal mula Permen 51 tahun 2018 soal Zonasi itu memiliki tujuan positif. Yakni, menghilangkan stratifikasi atau label sekolah favorit dan biasa. Stigma itu harus dihilangkan dari masyarakat. Memang awalnya agak berat, tapi lama kelamaan pasti akan hilang, sepanjang setiap sekolah telah memiliki kesiapan SDM pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dengan Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) yang terstandar, serta sarpras yg memadai. 

‘’(Sistim zonasi) memperhatikan aspek geografis ( jarak) supaya mudah terjangkau transportasi anak-anak. hal ini penting, apalagi banyak sekolah hususnya jenjang pendidikan menengah yang  jam KBM nya sampai sore hari,’’ kata Zen, Jumat (14/6).

Alasan selanjutnya mengapa sistim zonasi mesti jalan terus adalah menjamin siswa dari keluarga miskin bisa sekolah di sekolah negeri. Hal ini sekaligus menjawab problem Angka Putus Sekolah ( APS) Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Indek Pembangunan Manusia (IPM) agar menjadi baik ke depannya. Lantaran kesempatan sekolah lebih merata dan lebih terjamin pembiayaanya di sekolah negeri.

Mengenai kesempatan siswa berprestasi yang hanya 5 %, lanjut politikus Partai kebangkitan Bangsa (PKB) ini, sebetulnya juga tidak masalah. Apalagi dari kuota 90% juga banyak juga dari anak yang berprestasi.

‘’Kunci sesungguhnya adalah bagaimana input sekolah tersebut mendapatkan kesempatan belajar yang sama, sesama anak Indonesia, dengan pendidik yang berkualitas, KBM yang proporsional, sarpras yang memadahi. Sehingga outputnya nanti juga akan terjamin kualitasnya,’’ tegas Zen.

Melalui sistem zonasi ini, katanya, justru nanti akan kelihatan. Maksudnya, mana sekolah yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat pada delapan aspek standar pendidikannya. Pada ahirnya tidak ada lagi disparitas dan istilah sekolah favorit dan tidak favorit antarsesama sekolah negeri.


(Hanung Soekendro/CN19/SM Network)