• KANAL BERITA

PPDB SMP Jadi Pelajaran untuk tingkat SMA/SMK

Hindari Kegalauan

Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina menyalami karyawan Disdikbud saat halal bi halal di kantor Disdikbud Kota Magelang.(suaramerdeka.com/Asef Amani)
Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina menyalami karyawan Disdikbud saat halal bi halal di kantor Disdikbud Kota Magelang.(suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP negeri di Kota Magelang tahun 2019 yang sudah terlaksana dinilai bisa menjadi pelajaran untuk PPDB tingkat SMA/SMK yang akan diadakan dalam waktu dekat. Sekaligus menjadi antisipasi agar saat pelaksanaan tidak terjadi kegalauan.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina saat menghadiri halal bi halal karyawan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kamis (13/6). Ia menganggap, proses PPDB SMP pada Mei lalu cukup menguras energi.

“Mudah-mudahan pengalaman PPDB SMP yang lalu itu bisa menjadi pelajaran dan motivasi untuk mengantisipasinya saat PPDB SMA/SMK nanti. Sehingga, tidak terjadi kegalauan,” ujarnya di hadapan peserta halalbihalal.

Ia pun meminta dukungan kepada semua pihak, karena PPDB merupakan pekerjaan besar yang berkaitan dengan kualitas pendidikan dan masa depan anak-anak di Kota Magelang dan sekitarnya. Meskipun PPDB SMA/SMK kewenangan Pemprov, tapi Pemkot Magelang juga akan dilibatkan.

“Beberapa saat lagi dinas pendidikan akan punya gawe besar lagi, walaupun ini kewenangan Provinsi, tetapi mau tidak mau kita akan dilibatkan. Mohon dukungan semua pihak,” katanya.

Menurut Windarti, beberapa persoalan yang sempat terjadi pada PPDB SMP lalu di antaranya berkaitan dengan surat keterangan domisili. Pemkot Magelang pun telah melakukan antisipasi agar permasalah serupa bisa diatasi dengan baik.

“Kalau PPDB SMP sempat ada persoalan berkaitan dengan surat keterangan domisili, itu yang akan menjadi hal yang cukup rumit. Tapi insyaallah dari pengalaman PPDB SMP, kita bisa tangani itu di PPDB SMA/SMK nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Magelang, Taufiq Nurbakin mengutarakan, dinamika pendidikan saat ini sudah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Khususnya PPDB yang tidak lagi memprioritaskan nilai, tapi domisili.

“Ada banyak pertanyaan, PPDB kok tidak pakai nilai, itu yang harus kita lakukan karena memang regulasinya seperti itu. Namun, untuk jalur prestasi tetap menggunakan nilai, yakni berdasarkan nilai dari piagam-piagam yang dimiliki,” jelasnya.

Nilai ujian, katanya, sebetulnya digunakan untuk pemetaan persebaran mutu pendidikan. Ia mencontohkan, nilai UN SMA yang tidak digunakan saat melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi (PT) tapi untuk digunakan sebagai indikator-indikator tertentu. 

“Pada dasarnya prestasi anak tidak hanya diukur dari nilai empat mata pelajaran. Barangkali ada anak yang nilai matematikanya 10 tapi enggak bisa memencet keyboard. Sehingga, yang saat ini dikembangkan di sekolah adalah ekstrakulikuler, di samping kegiatan akademik lainnya,” ungkapnya.


(Asef Amani/CN42/SM Network)