• KANAL BERITA

Moment Lebaran 2019, Volume Sampah TPA Sanggrahan Meningkat

Sejumlah pemulung mencari barang-barang layak jual, saat petugas menurunkan sampah di lokasi TPA Sampah Sanggrahan Kabupaten Temanggung, kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Sejumlah pemulung mencari barang-barang layak jual, saat petugas menurunkan sampah di lokasi TPA Sampah Sanggrahan Kabupaten Temanggung, kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Pada moment Lebaran 2019, volume sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sanggrahan Kabupaten Temanggung meningkat menjadi 210-225 meter kubik per hari. Pengelola TPA mencatat, volume pembuangan sampah tersebut meningkat sekitar 50 hingga 60 persen selama Lebaran 2019 dibandingkan volume hari-hari biasa.

Pengawas TPA Sampah Sanggrahan, Yuliyanto mengungkapkan, peningkatan pembuangan volume sampah terjadi sejak H-7 Lebaran dan biasanya akan berkurang pada H+5 Lebaran. "Volume sampah yang dibuang di TPA Sanggrahan pada hari-hari biasa sekitar 120-140 meter kubik, namun saat Lebaran meningkat menjadi 210-225 meter kubik per hari," ujarnya.

Menurut dia, momentum Ramadan juga menyumbang sampah cukup banyak dari hari-hari biasa, namun mengalami lonjakan saat momen Lebaran. Peningkatan volume sampah terjadi lantaran banyaknya masyarakat memproduksi sampah rumah tangga karena kedatangan para pemudik. "Pemudik memang sangat berpengaruh terhadap peningkatan volume sampah," imbuh dia.

Tak bisa dipungkiri, di mana ada banyak orang, di situ akan banyak sampah dihasilkan. Pihaknya mencatat, volume pembuangan sampah tersebut biasanya mengalami penurunan saat para pemudik sudah meninggalkan Temanggung. "Kami terus berupaya memberikan layanan kepada masyarakat, bahkan saat momen Lebaran sekalipun. Petugas selalu menjalankan tugasnya agar tidak terjadi penumpukan," bebernya.

Lebih lanjut dia mengatakan luas TPA Sampah Sanggrahan secara keseluruhan sekitar 4,6 hektare dan yang dipakai untuk pembuangan sampah sekitar 2,8 hektare. Sedangkan sisanya untuk pengolah limbah, bak saluran lindi, dan untuk perkantoran dan garasi. Menurut dia peran para pemulung di TPA Sanggrahan besar sekali dalam mengurangi sampah, khusunya sampah plastik.

Ia menuturkan setiap hari sekitar 70 pemulung berada di TPA Sanggrahan untuk memungut sampah plastik. "Setiap hari para pemulung itu bisa mengurangi sampah sekitar 25 sampai 30 meter kubik di TPA Sanggrahan," katanya.

Kondisi saat ini TPA Sanggrahan belum dilengkapi mesin timbang, sehingga untuk menghitung volume sampah yang masuk, pihaknya masih menggunakan cara manual perhitungan kubik.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)