• KANAL BERITA

Tiga Sekolah Tidak Lolos Adiwiyata Kabupaten

Tim verifikasi mengamati tanaman bunga di SMP 3 Tunjungan dalam verifikasi lapangan belum lama ini. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Tim verifikasi mengamati tanaman bunga di SMP 3 Tunjungan dalam verifikasi lapangan belum lama ini. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Tiga sekolah dinyatakan tidak lolos sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Blora 2019. Keputusan itu berdasarkan hasil musyawarah tim verifikasi rintisan sekolah Adiwiyata Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Kamis (13/6).

‘’Secepatnya akan kami umumkan setelah surat keputusannya ditandatangani,’’ ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tedjowati, melalui Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Sri Jatmiko, Kamis (13/6).

Tahun ini 20 sekolah masuk rintisan sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Blora. Ke-20 itu adalah SD 1 Bogem Kecamatan Japah, SD Jiworejo Kecamatan Jiken, SD 1 Genjahan Kecamatan Jiken, SD 4 Mendenrejo Kecamatan Kradenan, SD 1 Bacem Kecamatan Banjarejo, SD 1 Tunjungan, SD 1 Tamanrejo Kecamatan Tunjungan, SD 2 Bajo Kecamatan Kedungtuban, SD 1 Giyanti Kecamatan Sambong, SD 1 Sendangharjo, MI Assalam Cepu, dan SD 1 Gempolrejo.

Selain itu, SMP 2 Todanan, MTs Salafiah Randublatung, SMK 1 Jati Kecamatan Jati, MTsN Blora, SMA 1 Jepon, SMP 1 Cepu, SMP 2 Jiken, dan SMPN 3 Tunjungan.

Untuk bisa lolos menjadi sekolah Adiwiyata, nilai minimal sekolah 56. Selain itu, berkas-berkasnya harus lengkap disertai bukti foto kegiatan yang terkait program Adiwiyata. ‘’Dari 20 sekolah itu, 17 di antaranya lolos verifikasi dan tiga sekolah tidak lolos,’’ ungkap Sri Jatmiko.

Menurutnya, tim verifikasi terdiri dari elemen DLH, Dinas Pendidikan Kabupaten, Dinas Pendidikan Provinsi, Kementerian Agama, LSM lingkungan hidup dan perwakilan media massa itu telah melakukan verifikasi lapangan Mei 2019.

Tim verifikasi mendatangi langsung sekolah-sekolah rintisan Adiwiyata tingkat Kabupaten Blora tersebut. Dalam kesempatan verifikasi itu, tim meminta sejumlah sekolah melengkapi berkas penilaian.

Sekolah yang lolos verifikasi dan penilaian akan mendapatkan sertifikat yang ditandatangani Bupati Blora serta dinominasikan masuk sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun berikutnya.

‘’Penyerahan keputusan dan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Blora kami rencanakan akan dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup bulan depan,’’ ujar Sekretaris DLH Blora, Jasmadi.


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)