• KANAL BERITA

Ramadan, Inflasi DIY Terkendali

Ilustrasi inflasi / Istimewa
Ilustrasi inflasi / Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sepanjang Mei 2019 yang bertepatan dengan bulan ramadhan, inflasi di DIY mampu terkendali seiring dengan terjaganya pasokan pangan. Tercatat, angka inflasi sebesar 0,42 persen.

Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan inflasi bulan April sebesar 0,46 persen atau terendah dalam 4 tahun terakhir. Menurut Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) DIY Sri Fitriani, rendahnya inflasi tersebut dapat dicapai lantaran terkendalinya inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) yang tercatat 0,89 persen. Data ini bahkan lebih rendah dibanding inflasi volatile food saat masa lebaran tahun lalu sebesar 1,21 persen.

"Terjaganya kecukupan pangan ini didukung masih berlangsungnya panen raya komoditas beras dan bawang merah, serta kelancaran arus distribusi barang," terangnya, kemarin.

Panen raya bawang merah dan beras yang berlangsung sejak April lalu mampu mendorong penurunan harga kedua komoditas tersebut. Masing-masing mengalami deflasi sebesar -17,96 persen dan -1,08 persen. Deflasi kedua komoditas pangan itu dapat mengkompensasi kenaikan harga daging ayam dan cabai merah.

Sedangkan sumber tekanan inflasi utamanya disebabkan lonjakan harga tiket pesawat dan kereta api saat musim mudik. Khusus tarif angkutan udara, menurut Fitriani, penurunan tarif batas atas mulai membawa dampak positif terhadap fluktuasi harga.

"Peningkatan tarif angkutan udara untuk keperluan mudik kali ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lonjakan harga tahun lalu sebesar 7,83 persen," katanya.

Dia menambahkan, terkendalinya inflasi selama ramadhan tidak lepas dari kinerja TPID yang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang belanja bijak. Penerbitan buku panduan ceramah pengendalian inflasi DIY turut diklaim mampu mengendalikan konsumsi berlebih. Buku tersebut kini mulai banyak digunakan oleh para pendakwah dan ulama.


(Amelia Hapsari/CN42/SM Network)