• KANAL BERITA

Ledakkan Trafo Listrik, Polisi Amankan Balon Udara Liar

BALON UDARA: Sejumlah petugas polisi tengah menunjukkan balon udara liar yang tersangkut kabel listrik dan menyebabkan trafo terbakar di kawasan Jatirejo, Sendangadi, Mlati, Sleman, Kamis (13/6). Insiden terjadi sehari sebelumnya sekitar pukul 18.00 (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)
BALON UDARA: Sejumlah petugas polisi tengah menunjukkan balon udara liar yang tersangkut kabel listrik dan menyebabkan trafo terbakar di kawasan Jatirejo, Sendangadi, Mlati, Sleman, Kamis (13/6). Insiden terjadi sehari sebelumnya sekitar pukul 18.00 (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sebuah balon udara tak dikenal telah menyebabkan ledakan pada sebuah trafo listrik di seputaran Home Stay Rumah Kayu, Jatirejo, Sendangadi, Mlati, Sleman, Rabu (12/6) petang. Polisi pun segera mengamankan balon udara tersebut usai juga menyebabkan listrik padam dikawasan trafo yang meledak itu.

“Kejadiannya itu kemarin sore sekitar pukul 18.00. Dari penuturan saksi diketahui kalau balon tersebut jatuh dan tersangkut kabel-kabel listrik di depan Home Stay Rumah Kayu. Setelah itu diikuti ledakan dan listrik di sekitarnya langsung mati,” tutur Kapolsek Mlati Kompol Yugi Wahyu, Kamis (13/6).

Yugi mengungkapkan awalnya ada saksi yang melihat bahwa ada dua balon udara yang terbang disekitar lokasi arah selatan. Tak beberapa lama balon berwarna kuning secara perlahan jatuh dan nyangkut di kabel-kabel yang ada di sekitar lokasi kejadian hingga akhirnya meledakkan trafo yang ada.

“Sementara balon udara satunya lagi yang berwarna merah terus terbang tinggi ke arah utara. Kalau dari diameternya itu sekitar 3 meteran dengan panjang balon dari bahan plastik mencapai 15 meter,” paparnya.

Nah, karena panjangnya balon tersebut yang mencapai belasan meter itulah, ungkap Kapolsek, juga ikut menyebabkan sebuah tandon air milik salah seorang warga yang ada di sekitar tersangkutnya balon di kabel listrik menjadi rusak.

“Plastik balon itu cukup panjang hingga juga mengenai tandon air milik warga,” imbuh dia.

Kapolsek menambahkan, saat ini pihaknya masih terus menyelidiki asal mula balon udara tersebut. Termasuk pembuat dan pihak yang menerbangkannya. Dia pun meminta kepada warga untuk tidak menerbangkan balon udara karena bisa mengganggu aktivitas penerbangan.

“Sebenarnya tidak hanya mengganggu aktivitas penerbangan saja, tapi seperti kejadian ini merugikan orang lain. Kami tengah berkoordinasi dengan pihak Air Nav dan juga Dinas Perhubungan,” ungkapnya.

Terpisah,  Ketua RT 04 Jatirejo Herman Mursito menyebut saat balon udara itu tersangkut ke kabel, seketika itu pula listrik di sekitarnya menjadi padam. Untungnya beberapa menit kemudian, petugas PLN yang dihubungi warga langsung merapat ke lokasi untuk mengevakuasi balon udara itu.

“Perlu waktu 10 menit petugas PLN menurunkan balon itu,” tandas Herman.

Sebelumnya, sebuah rumah warga di Dusun Candi RT 02 RW 02 Desa Ngadisalam, Kecamatan Sapuran Wonsobo terbakar sekitar pukul 12.30 pada Selasa (11/6) sekitar pukul 12.30. Terbakarnya rumah itu diduga karena kejatuhan balon udara liar yang sumbunya masih menyala.


(Gading Persada /CN19/SM Network)