• KANAL BERITA

Jumlah Penumpang Bus di Terminal Tingkir Mulai Berkurang

MENUNGGU BUS: Para penumpang menunggu  bus di Terminal Tingkir untuk mengangkut mereka dalam arus balik lebaran, kemarin. (SM/Moch Kundori)
MENUNGGU BUS: Para penumpang menunggu  bus di Terminal Tingkir untuk mengangkut mereka dalam arus balik lebaran, kemarin. (SM/Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Kepadatan arus balik di terminal bus tipe A Tingkir Salatiga  pada Rabu (12/6) menurun dibanding hari sebelumnya. Puncak harus balik itu terjadi pada  Sabtu (9/6) dengan  jumlah penumpang  sebanyak 9.417 orang. Sedangkan pada Selasa (11/6) tercatat 6.292 penumpang. 

Koordinator Pelayanan Terminal Tingkir Suharno mengatakan, tren penurun penumpang diperkirakan akan terus terjadi hingga H+7 lebaran nanti. Sejauh ini jumlah penumpang itu terangkut untuk jenis bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) mau pun untuk jenis bus Kota Antar Provinsi (AKAP). 

"Pada Selasa (11/6) jumlah bus  yang masuk Terminal Tingkir sebanyak 373 armada. Jumlah ini menurun jika dibanding sehari sebelumnya yang berjumlah 414 bus baik AKAP mau pun AKDP," katanya. 

Kondisi tingginya intensitas penumpang di terminal Tingkir umumnya terjadi pada malam hari, sedangkan pada siang hari suasana tidak terlalu sibuk. Pihak terminal terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar para penumpang tidak ada yang terlantar di terminal.

"Kami pastikan, semua penumpang terangkut sehingga tidak ada yang terlantar. Kami juga mewajibkan bus angkutan AKAP masuk terminal Tingkir. Dengan  begitu, bus-bus tersebut bisa mengangkut penumpang di terminal," tutur pria asal Sragen ini. 

Suharno menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan  bus-bus cadangan yang sudah terpakai saat arus balik ini. Tujuan penumpang lebih banyak ke Jakarta, Sumatera, dan Surabaya. 

Dikatakan, sejauh ini tidak ada kendala berarti tentang arus mudik dan balik yang melalui Terminal Tingkir. Semuanya lancar termasuk arus lalu lintas di pintu keluar terminal yang tidak terjadi kemacetan. Begitu juga fasilitas pendukung di terminal untuk  kenyamanan penumpang  telah disediakan seperti toilet dan mushala.  

"Selama dua hari belakangan ini, bus sudah diperbolehkan masuk pintu tol Tingkir dari arah Solo menuju Semarang atau Jakarta. Ini karena arus lalu lintas lancar. Sebelumnya sejak H-7 Lebaran, seluruh bus dari Terminal Tingkir yang hendak ke Semarang atau Jakarta, dilarang masuk tol Tingkir untuk mengantisipasi kemacetan di sepanjang jalan Tingkir yang tergolong sempit. Bus dari Terminal Tingkir itu kemudian dibelokkan ke Jalan Lingkar Selatan (JLS) untuk menuju Semarang atau Jakarta," kata pria yang menjabat kepala Terminal Tingkir sejak Februari 2019 itu. 

Mengenai adanya kenaikan tarif yang kemungkinan dilakukan armada bus, Suharno menyebut, itu urusan bus masing-masing. Terpenting  penumpang  tidak mempermasalahkan kenaikan itu. 

"Sejauh ini tidak ada keberatan dari penumpang atas kenaikan yang mungkin diberlakukan perusahaan bus selama Lebaran ini. Kami juga sudah mengecek ke sejumlah bus dan penumpang ternyata tidak ada kenaikan," ucap mantan Bidang Perawatan dan Pemeliharaan Bangunan Terminal Tirtonadi Solo ini. 


(Moch Kundori/CN39/SM Network)