• KANAL BERITA

Berangkatkan Jamaah Umrah, Hajar Aswad Charter Saudi Airline

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

SOLO, suaramerdeka.com - Biro perjalanan haji dan umrah Hajar Aswad Solo mencharter Saudi Airline untuk memberangkatkan para jamaah yang akan melaksanakan ibadah
umrah di tanah suci.

Pasalnya, maskapai nasional Garuda Indonesia yang selama ini rutin melayani penerbangan langsung dari Solo ke Jeddah tengah persiapan untuk pemberangkatan haji musim ini.

"Kita sudah biasa mencari alternatif penerbangan seperti ini untuk memberi pelayanan yang baik bagi para jamaah," kata Willa, staf Biro Hajar Aswad, Rabu (12/6).

Sebanyak 65 jamaah klien Biro Hajar Aswad yang akan melaksanakan ibadah umrah bakal diberangkatkan menggunakan Saudi Airline dari Bandara Internasional Adi Soemarmo  Solo, Jumat (14/6), menuju Madinah dengan transit dulu di Jakarta. Mereka berangkat bersama jamaah lain untuk kepentingan yang sama.

"Dari pengalaman mengelola biro umrah beberapa tahun, tidak banyak jamaah yang rewel dan pilih-pilih pesawat. Mereka hanya ingin penerbangan aman, nyaman, lancar, dan selamat sampai tujuan, apapun pesawatnya. Memang ada jamaah yang minta naik pesawat Garuda dan kalau tidak Garuda tidak mau, tapi itu tidak terlalu banyak," kata direktur utama biro haji dan umrah Hajar Aswad, Retno Anugerah Andriyani.

Lebih lanjut Retno mengatakan, ada beberapa kelebihan berumrah dengan "mendarat" di Madinah karena bisa langsung ke hotel yang waktu tempuhnya hanya sekitar 20 menit dari bandara. Sementara kalau "landing" di Jeddah, jika mau ke hotel masih harus jalan darat ke Madinah dengan waktu tempuh lebih dari enam jam.

Dengan penghematan waktu tersebut maka masa istirahat bagi para jamaah menjadi lebih lama sehingga stamina bakal lebih terjaga. Kalau landing di Madinah, jamaah dapat memulihkan stamina sekitar tiga hingga delapan hari sebelum ke Mekkah untuk melaksanakan puncak ritual ibadah umrah.

Selain itu, kata dia, proses pengurusan dokumen imigrasi di Bandara Madinah, terbilang lebih cepat dan mudah, karena pesawat landing Madinah tidak sebanyak di Jeddah, sehingga antrean di bandara tidak terlalu panjang. "Suasana Kota Madinah juga relatif lebih tenang sehingga nyaman bagi jamaah untuk istirahat."


(Langgeng Widodo/CN39/SM Network)