• KANAL BERITA

Air Baku PDAM Diduga Tercemar Limbah

Wabup Blora, Arief Rohman, sidak Instalasi pengolahan air (IPA) PDAM Cepu, Selasa (11/6). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Wabup Blora, Arief Rohman, sidak Instalasi pengolahan air (IPA) PDAM Cepu, Selasa (11/6). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Kualitas dan pasokan air PDAM Cepu, Blora, kembal normal sejak Selasa (11/6) malam, setelah sebelumnya kualitas air PDAM keruh lantaran air baku dari Sungai Bengawan Solo diduga tercemar limbah dari hulu sungai.

‘’Pasokan air di Cepu sudah normal sejak Selasa malam. Kualitasnya sudah lebih baik dibanding hari sebelumnya,’’ ujar Direktur Utama PDAM Blora, Yan Riya Pramono, Rabu (12/6).

Yan Riya menjelaskan, air baku Bengawan Solo diduga bercampur limbah pabrik dari daerah hulu sungai. Menurutnya, jika air baku Bengawan Solo hanya keruh karena faktor alam, PDAM Blora masih bisa mengatasinya.

‘’Namun jika sudah bercampur limbah, kami tidak bisa berbuat banyak. Air bercampur limbah juga tidak bisa diprediksi kapan terjadi,’’ jelas Yan Riya Pramono.

Sapto Tulus Widodo, seorang pelanggan PDAM Cepu membenarkan kualitas dan pasokan air PDAM mulai normal sejak Selasa (11/6) malam. Warga di belakang kantor Kecamatan Cepu menuturkan, buruknya kualitas air PDAM Cepu sebelumnya terjadi selama beberapa hari setelah Lebaran.

‘’Beberapa kali air PDAM keruh. Tapi yang kemarin itu kualitasnya sangat buruk sekali, seperti kolak. Namun kini sudah agak baik. Mungkin pemberian kaporit dan tawasnya sudah banyak,’’ tuturnya.

Menyikapi keluhan warga Cepu, Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, melakukan inspeksi mendadak, Selasa (11/6) siang. Wabup mengecek Kantor PDAM Blora cabang Cepu, instalasi pengolahan air (IPA) PDAM Blora cabang Cepu dan melihat langsung kondisi air baku dari Sungai Bengawan Solo.

Terakhir meninjau salah satu rumah warga pelanggan PDAM, Sapto Tulus Widodo, di Kelurahan Cepu.  Dalam sidak, wabup didampingi Dirut PDAM Blora Yan Riya Pramono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dewi Tedjowati, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lilik Hernanto dan  dan Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariyadi.

‘’Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk melalui akun medsos, saya putuskan untuk melakukan pengecekan langsung dengan beberapa OPD terkait. Hasilnya memang airnya berwarna cokelat kemerahan seperti teh. Kita akan cari apa penyebabnya,’’ kata Arief Rohman.

Dia menduga keruhnya air itu akibat pencemaran sehingga perlu dibuktikan dengan uji laboratorium terlebih dahulu. ‘’Kita sudah lihat langsung ke Sungai Bengawan Solo di dekat IPA PDAM. Warnanya keruh sekali,’’ ujarnya.

Wabup meminta PDAM dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengirimkan surat ke Balai Desar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah agar bisa membantu pengujian laboratorium. Selain itu berkoordinasi dengan Pemkab Sragen, Karanganyar dan sekitarnya.


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)