• KANAL BERITA

Tradisi Bulusan Konsisten Jaga Lingkungan

Bupati Kudus, Tamzil, bersama juru kunci makam Mbah Dudo memberi makan bulus pada tradisi Bulusan di Dusun Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Rabu (12/6). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Bupati Kudus, Tamzil, bersama juru kunci makam Mbah Dudo memberi makan bulus pada tradisi Bulusan di Dusun Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Rabu (12/6). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com - Hingga kini, tradisi syawalan Bulusan, tetap lestari dirayakan warga Dusun Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Bulus dan buah duku yang menjadi ikon merupakan pengingat untuk selalu menjaga lingkungan.

Keduanya bersanding pada setiap perayaan tradisi Syawalan. Pada gebyar festival budaya Bulusan, Rabu (12/6), warga mengarak patung bulus dikawal dua pohon duku berukuran besar.

Pada perayaan, Rabu (12/6), hadir Bupati Kudus, M Tamzil, dan Wakil Bupati Kudus, Hartopo, Sekda Kudus, Sam’ani Intakoris, dan jajaran pejabat Forkompida.

Pada tradisi itu, Bupati membuka festival dengan memberi makan Bulus di makam Mbah Dudo. Ketiga bulus itu diberi makan lepet. ‘’Tradisi ini bagus untuk terus dilestarikan karena nilai-nilai moral dan filosofinya bagus,’’ kata Tamzil.

Duku menjadi tanaman yang hampir ada di halamam rumah warga Sumber, hingga 1980-an. Setiap musim panen tiba, warga memetik untung dari pohon yang memiliki batang besar itu.

Buah Duku Sumber terkenal karena memiliki rasa yang manis dengan ukuran yang cukup besar. Buah duku Sumber bahkan menjadi incaran warga hingga luar daerah. Namun, saat ini, populasi tanaman duku di Sumber jauh menurun.

Sementara kehadiran bulus erat kaitannya dengan cerita dari sosok Mbah Dudo. Banyak versi cerita ihwal asal muasal tradisi Bulusan. Sirajudin, juru kunci makam dan punden Mbah Dudo menceritakan, tradisi itu tak lepas dari cerita turun-temurun sosok Mbah Dudo dan santrinya, dengan Sunan Muria.

Selain menggelar kirab, tradisi Bulusan tahun ini dimeriahkan dengan lomba mancing, lomba rebana, malam tirakatan, hingga pentas musik dan wayang kulit. Tradisi Bulusan juga menjadi berkah bagi para PKL yang menggelar pasar malam di sepanjang jalan Dusun Sumber.


(Saiful Annas/CN40/SM Network)