• KANAL BERITA

Pantai Kartini Ditawarkan ke Investor 25 Tahun

Taman Rekreasi Pantai Kartini padat pengunjung saat pekan Syawalan. (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)
Taman Rekreasi Pantai Kartini padat pengunjung saat pekan Syawalan. (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)

REMBANG, suaramerdeka.com - Setelah PT MKA tidak memperpanjang kontrak pengelolaan Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK), untuk sementara Pemkab Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) kembali mengelola TRPK, sejak 8 Juni lalu.

Selanjutnya, Pemkab akan mencari investor baru untuk mengelola TRPK. ''Ada yang menyatakan minat untuk mengelola TRPK. Namun baru sebatas lisan. Kami menunggu tawaran-tawaran dari investor lain juga,’’ kata Kepala Dinbudpar, Dwi Purwanto.

Pihaknya, berharap akhir bulan ini ada penawaran masuk. Namun dalam skema baru pengelolaan TRPK ke depan, tidak lagi berdurasi satu tahunan, namun lebih panjang. Bahkan mungkin sampai 25 tahun.

Dwi Purwanto mengaku tidak mengetahui alasan PT MKA tidak memperpanjang kontrak pengelolaan TRPK. Kontrak pengelolaan antara PT MKA dan Pemkab hanya berdurasi satu tahun.

''Karena tidak memperpanjang kontrak mulai tanggal 8 Juni pengelolaan TRPK kembali ke Pemkab Rembang,'' jelas dia.

Dia menerangkan untuk pengelolaan setelah tidak ada perpanjangan kontrak, pihaknya mengunakan sistem retribusi. Kebetulan, saat masa kontrak berakhir, masih berlangsung tradisi tahunan Pekan Syawalan di TRPK.

''Setelah tidak dikelola PT MKA, kami menerapkan sistem retribusi sesuai peraturan daerah di TRPK,'' kata dia.

Untuk mengelola TRPK, dia mengatakan investor diharapkan bisa memberikan pendapatan ke Pemkab Rembang Rp 1 miliar per tahun. ''Target pendapatan asli daerah yang diberikan ke TRPK sebesar itu. Minimal pengelola bisa menyetorkan Rp 1 miliar per tahun,'' kata dia.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Subakti berharap di waktu mendatang pengelolaan TRPK tidak lagi berdurasi satu tahunan, namun lebih panjang. ''Kalau bisa ke depan durasi kontrak lebih dari 5 tahun. Bahkan mungkin sampai 25 tahun,'' jelas dia.


(Mulyanto Ari Wibowo/CN40/SM Network)