• KANAL BERITA

Rampung, Situs Semedo Tunggu Uji Lab

Bangunan Situs Semedo di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, siap dibuka untuk umum. (suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)
Bangunan Situs Semedo di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, siap dibuka untuk umum. (suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)

TEGAL, suaramerdeka.com - Pembangunan Situs Purbakala di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, selesai 100 persen. Namun, Situs Semedo itu belum bisa dibuka untuk umum, lantaran benda-benda peninggalan zaman purba itu masih menunggu hasil laboratorium.

"Bangunan sudah selesai 100 persen, tapi masih butuh penataan fosil-fosil yang telah ditemukan di desa itu," kata Pelestari Situs Purbakala Semedo, Slamet Hariyanto, saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Rabu (12/6).

Dikatakan, penataan berupa pendataan fosil-fosil yang ditemukan di desa tersebut. Selain itu, ada beberapa fosil masih dalam penelitian, dan menunggu hasil laboratorium.

"Infrastruktur jalan dan lainnya juga masih butuh pembenahan. Kalau dilihat masih separuh yang belum dibenahi," ujar Slamet Gelang itu.

Selain itu, penataan lingkungan di sekitar Situs Semedo juga harus dilakukan, mengingat masyarakat sekitar akan dibanjiri para wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri. Kondisi itu harus segera disikapi Pemkab Tegal agar Situs tersebut bisa menjadi salah satu destinasi wisata.

Lokasi Situs Semedo dan wilayah perbukitan di desa itu, telah banyak ditemukan fosil-fosil hewan purba, di antaranya badak, gajah, gorila, megan tropus (kera raksasa), dan hewan laut purba lainnya. Sedangkan, manusia purba juga ditemukan di wilayah tersebut, berupa gigi dan tengkorak kepala manusia.

Sejauh ini, manusia purba yang ditemukan berjenis homoerektus. Diperkirakan, fosil-fosil yang ditemukan berumur sekitar 18 juta tahun lalu.  "Saya yakin akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Semedo, karena Situs Semedo sangat langka," katanya.


(Dwi Putra GD/CN40/SM Network)