• KANAL BERITA

BPR Wajib Terapkan Manajemen Resiko

Rapat Pesakom Soloraya di Solo Bistro, Rabu (12/6), yang membahas manajemen resiko bagi BPR.(suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
Rapat Pesakom Soloraya di Solo Bistro, Rabu (12/6), yang membahas manajemen resiko bagi BPR.(suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Penerapan manajemen risiko adalah salah satu upaya memperkuat kelembagaan dan meningkatkan reputasi industri BPR agar sesuai arah kebijakan pengembangan BPR karena persaingan bisnis yang semakin ketat.

Akibatnya aktivitas bisnis semakin kompleks, sehingga tingkat potensi risiko yang dihadapi juga semakin meningkat. Manajemen resiko diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13/POJK.03/2015.

"Dengan POJK Nomor 13/POJK.03/2015 ini diharapkan dapat menciptakan sektor keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta memiliki daya saing yang tinggi," kata Ketua Paguyuban Pemegam Saham dan Komisaris (Pesakom) Soloraya Wymbo Widjaksono.

Hal itu dikatakan di sela rapat pengurus Pesakom di Solo Bistro, Rabu (12/6). Rapat terkait rencana workshop yang akan digelar Rabu-Kamis, 19-20 Juni. Workshop akan diikuti jajaran direksi, komisaris dan pejabat eksekutif BPR terkait dari Soloraya, DIY dan Jateng, dan beberapa peserta dari berbagai kota di Indonesia.

"Pelaksanaan workshop ini untuk menindaklanjuti ketentuan OJK Nomor 13/POJK.03/2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi BPR yang wajib dilaksanakan," kata Wymbo.


(Langgeng Widodo/CN42/SM Network)