• KANAL BERITA

Puluhan Balon Udara Liar Diamankan

Enam Terduga Pelaku Masih Jalani Pemeriksaan

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras, bersama anggotanya mengamankan balon udara yang telah diterbangkan liar masyarakat. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras, bersama anggotanya mengamankan balon udara yang telah diterbangkan liar masyarakat. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Kepolisian Resort (Polres) Wonosobo mengamankan sebanyak 34 balon udara tanpa awak yang diterbangkan secara liar oleh masyarakat, selama moment Lebaran 2019. Enam terduga pelaku yang merupakan warga Kecamatan Selomerto diamankan pihak kepolisian, guna pemeriksaan lebih lanjut. Hal itu lantaran mereka tak mengindahkan larangan mengenai penerbangan balon udara tanpa ditambatkan.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras, melalui Kepala Sub Bagian Humas Polres Wonosobo, Iptu Heldan Pramoda Wardana mengungkapkan, keenam warga tersebut diamankan, karena telah menerbangkan balon udara tanpa ditambatkan alias liar. Tindakan yang dilakukan terduga pelaku itu dinilai membahayakan keselamatan penerbangan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018.

Dijelaskan, Tim Hero Polres Wonosobo bersama jajaran kepolisian sektor (Polsek) di sejumlah wilayah terus mengadakan patroli untuk mencegah masyarakat menerbangkan balon udara secara liar. Patroli dipimpin langsung Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras. Selain Polres, patroli juga dilakukan bersama personil Komando Distrik Militer (Kodim) 0707/Wonosobo dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo.

Menurut Kapolres Abdul Waras, menerbangkan balon udara dengan ukuran yang sangat besar memang sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Wonosobo saat Lebaran datang. Namun, penerbangan balon udara liar tersebut ternyata memiliki dampak dan akibat yang sangat fatal, apabila terbang sampai ketinggian tertentu. "Mulai dari mengganggu penerbangan hingga mengakibatkan kecelakaan, karena mesin pesawat mati jika terkena balon," katanya.

Menyikapi hal tersebut, sejak Kamis (6/6), Polres Wonosobo memang mengaktifkan Tim Hero untuk melakukan patroli untuk mencegah masyarakat menerbangkan balon. Bersama tim gabungan mereka berpatroli, sejak pukul 05.00 WIB. "Tim patroli ini dibagi beberapa zona yang biasanya banyak menerbangkan balon untuk memudahkan pemantauan balon-balon udara yang sudah terlanjur terbang," terang orang nomor satu di jajaran Polres Wonosobo itu.

Hingga Minggu (9/6), tim gabungan masih terus melakukan patroli di setiap wilayah. Hal itu karena masih terdapat balon yang terbang dan berhasil diamankan. Meski sudah jauh berkurang dibandingkan tahun lalu, namun penerbangan balon udara liar ini masih terus perlu dipantau agar bisa sesuai aturan. "Saya mengapresiasi warga yang berinisiatif mengadakan festival balon ditambatkan di Desa Kembaran, kita bisa tetap menikmati keindahan balonnya," tuturnya.

Namun, kata dia agar tetap aman, festival dijaga aparat gabungan agar semua balon benar-benar ditambatkan. Terkait puluhan balon udara yang telah diterbangkan liar dan diamankan pihak kepolisian, kesemuanya tidak ada yang mengakui sebagai pemilik. Namun demikian puluhan balon udara masih diamankan. Pihak kepolisian juga masih terus memburu para masyarakat yang menerbangkan balon udara secara liar.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)