• KANAL BERITA

Ansor Kado Kapolres Demak Ayam Jantan

Ketua PC GP Ansor Demak, Nurul Muttaqin, memberikan kado ayam jago kepada Kepolres Demak, AKBP Atief Bahtiar, setelah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penganiayaan terhadap anggota banser. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
Ketua PC GP Ansor Demak, Nurul Muttaqin, memberikan kado ayam jago kepada Kepolres Demak, AKBP Atief Bahtiar, setelah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penganiayaan terhadap anggota banser. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Berhasil menangkap dua pelaku dari empat pembacok anggota Banser, Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar,  mendapat kado seokor ayam jantan dari Pengurus Cabang GP Ansor Demak. Kado tersebut diberikan langsung Ketua GP Ansor Demak, Nurul Muttaqin didampingi Kasatkorcab Banser, Teguh Ali Irfan, bersama sejumlah pengurus Ansor dan Banser, di Mapolres, Sabtu (8/6).

Nurul Muttaqin mengatakan, pemberian kado sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Demak dalam mengungkap dan menangkap pelaku tindak kriminal yang melukai dua anggota banser saat bertugas membantu pengamanan dan menjaga kondusivitas selama Lebaran.

"Kami patut mengapresisasi dengan memberi kado ayam jago. Ini sekaligus sebagai simbol bahwa jajaran Polres Demak benar-benar jagoan, karena berhasil mengungkap kasus dan menangkap pelaku penganiayaan terhadap anggota banser," katanya.

Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar, menyambut baik apresiasi tersebut dan mengatakan jajarannya berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap dan menangkap para pelaku tindak kejahatan.

"Baru dua tersangka yang kami tangkap, dan dua lainnya masih dalam pengejaran," ujarnya.

Kedua tersangka yang ditangkap adalah Miftahul Munif alias Siwer (24) warga Jalan Perbalan Timur Rt 01 Rw 01 Desa Gaji Kecamatan Guntur dan Imam Giri Santoso alias Benjol (25) warga Kebonagung Rt 06 Rw 02, Kecamatan Kebonagung.

Ada pun dua pelaku lainnya yang masih buron adalah ATP (26) warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Guntur, dan seorang lagi temannya ATP masih buron. Mereka ditangkap di rumahnya bersama barang bukti sepeda motor Scopy warna hitam putih dengan Nopol H-3970-PZ.

Kapolres menuturkan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut bermula dari olah TKP dan keterangan yang disampaikan korban. Meski data yang diperoleh minim, namun akhirnya Satreskrim dapat menemukan titik terang identitas pelaku.

Sementara dari keterangan kedua tersangka kepada polisi, mereka mengaku tidak ada persoalan dengan banser. Tindakan penganiayaan tersebut bermula dari keinginan balas dendam kepada warga Desa Sidokumpul lantaran pada Lebaran tahun lalu mereka pernah dilempar batu oleh warga yang tidak diketahui identitasnya saat melintas di Jalan Desa Sidokumpul, Kecamatan Guntur.

Peristiwa penganiayaan terjadi di hari Lebaran, Rabu (5/6) pukul 03.00 WIB. Bermula dari empat tersangka yang mengendarai dua kendaraan berjalan pelan sembari mengeraskan suara kenalpotnya. Karena dirasa mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, dua anggota banser bersama warga kemudian mendatangi mereka untuk mengingatkan. Namun kedatangan tersebut disambut dengan emosi hingga terjadi penganiayaan.

Salah seorang korban, Mustakim mengali luka tusuk di dada dan Hakim luka sobek pada pergelangan tangan. Keduanya kemudian dilarikan ke RSINU untuk mendapatkan perawatan medis.


(Hasan Hamid/CN40/SM Network)