• KANAL BERITA

Menjaga Lingkungan Merupakan Komitmen Beragama

Gerakan Ramadhan Hijau Fakultas Saintek UIN Walisongo Semarang

MATERI: Direktur PT. Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim memaparkan materi Gerakan Ramadhan Hijau di halaman yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Walisongo Semarang. (suaramerdeka.com / Pamungkas Suci Ashadi)
MATERI: Direktur PT. Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim memaparkan materi Gerakan Ramadhan Hijau di halaman yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Walisongo Semarang. (suaramerdeka.com / Pamungkas Suci Ashadi)

MENJAGA  lingkungan merupakan bentuk komitmen dalam mengamalkan ajaran agama. Persoalan yang dihadapi sekarang masih ada kesenjangan antara ilmu pengetahuan dan amal perbuatan. Selama ini merawat lingkungan yang diajarkan agama hanya menjadi ilmu pengetahuan. Maka dari itu, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan "Gerakan Ramadhan Hijau" untuk menguatkan komitmen mengamalkan ajaran agama Islam.

Kegiatan gerakan Ramadhan hijau dilaksanakan di halaman parkiran Fakultas Hukum dan Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo. Dalam kegiatan itu dilakukan orasi ilmiah, poster gerakan Ramadhan hijau, tadarus puisi, Genesa Musik Akustik dan buka bersama. Selain itu menjelang buka puasa diisi tausiyah dengan pembicara Direktur PT. Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim M.Sc dan Dekan Fakultas Saintek, Dr. H. Ruswan.

Dalam tausiyah itu, para narasumber membicarakan tema gerakan Ramadhan hijau. Direktur PT. Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim mengemukakan, fenomena membuang sampah di sungai sudah tidak asing lagi. Sering kali orang bertindak menjaga kebersihan di halaman rumah sendiri. Tetapi untuk merawat lingkungan sekitar masih kurang. Terkadang orang beranggapan "Asalkan hanya di halaman rumahku bersih dan sungai menjadi kotor tidak masalah".

Atas dasar itu anggapan itu, di sela-sela pembicaraanya, Harjanto mengajak seluruh Mahasiswa Saintek memiliki tanggungjawab terhadap lingkungan. Dia mengajak setelah acara halaman tetap bersih tidak ada sampah.

"Hal paling sederhana mulai bertanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan sendiri. Termasuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Selain itu, saat makan jangan sampai meninggalkan sisa. Maka perlu manusia perlu mengetahui kapasitas makanan dalam perut. Terkadang yang terjadi nafsu makan lebih besar daripada kapasitas perut," ujar Harjanto disertai gelak tawa mahasiswa.

Kuatkan Komitmen

Harjanto menyebutkan dalam hadis yang pernah dia dengar berbunyi "Makanlah sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang". Kata Harjanto, hadis tersebut jangan sekadar dihafalkan tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Saintek, Ruswan menerangkan, kegiatan Ramdhan hijau bertujuan menguatkan komitmen seseorang dalam mengamalkan ajaran agama Islam. Menurutnya, perlu komitmen antara keyakinan dengan praktek dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan bagaimana mengatur makanan supaya tidak meninggalkan sisa. Hal itu merupakan ajaran islam dan tertuang dalam Alquran terkait dengan mengonsumsi makanan.

"Misalkan ayat Alquran yang berbunyi "Makanlah olehmu dan minumlah olehmu dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan". Ayat tersebut sangat eksplisit persoalan makan jangan berlebih-lebihan. Ajaran Alquran dapat menjadi tuntunan dalam beramal terkait dengan makanan," terangnya.

Termasuk Ruswan juga mengajak segenap mahasiswa supaya cermat dalam berbelanja. Terkadang seseorang kalau berbelanja tidak sesuai dengan kebutuhan tetapi keinginan. Maka perlu kecerdasan dalam berbelanja agar tidak berlebihan. "Mulai sekarang, perlu menguatkan komitmen melakukan ajaran yang diyakini. Sehingga tidak memiliki kepribadian yang terbelah," imbuhnya.


(Pamungkas Ashadi/CN26/SM Network)