• KANAL BERITA

Aman, Kebutuhan Gas Elpiji di Kabupaten Semarang dan Salatiga

Kesibukkan karyawan di PT Satria Sarana Raharja tengah sibuk menyetok gas ukuran 3 kg untuk dikirim ke agen. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Kesibukkan karyawan di PT Satria Sarana Raharja tengah sibuk menyetok gas ukuran 3 kg untuk dikirim ke agen. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menjelang lebaran 2019, kebutuhan masyarakat akan gas elpiji cukup tinggi. Untuk di Jawa Tengah, tahun ini Pertamina telah menaikkan kuota gas elpiji subsidi ukuran 3 kg sebesar delapan persen dari 3.116 Metrik Ton (MT) menjadi 3.379 MT, atau ada penambahan 263 MT setara dengan 87.667 tabung elpiji 3 kg. Sedangkan untuk gas non subsidi sebanyak tiga persen, yaitu dari 294 MT menjadi 303 MT atau penambahan sebanyak 9 MT setiap harinya.

Sementara kebutuhan gas elpiji baik subsidi mau pun non subsidi di wilayah Kabupaten Semarang dan Salatiga masih relatif aman di bulan Ramadan dan lebaran tahun ini. Seperti yang diakui PT Dharmasrana dan PT Satria Sarana Raharja, pengelola SPBE subsidi dan non subsidi di Ungaran. Menurut bagian operasional PT Dharmasrana Ungaran, Faizunal Habibi, bahwa di SPBE yang dikelolanya ada peningkatan kebutuhan sebesar 17-18 persen. "Memang cukup tinggi kebutuhannya saat jelang lebaran ini. Bahkan dalam dua bulan terakhir ini kebutuhan gas baik subsidi dan non subsidi sudah cukup tinggi, melebihi bulan-bulan sebelumnya," kata Faizunal Habibi, kepada suaramerdeka.com.

Direktur PT Dharmasrana Rahardja dan PT Satria Sarana Raharja, Bambang Eko Suratmoko berharap, kebutuhan elpiji baik subsidi dan non subsidi di Kabupaten Semarang serta Salatiga tetap tercukupi. "Stok yang tersedia di tempat kami cukup, termasuk transportasi pengiriman dari Tanjung Mas ke SPBE ini cukup lancar. Kalau ada hambatan berupa keterlambatan dua-tiga jam itu masih wajar, sebab stok di tempat kami masih cukup banyak," Bambang Eko Suratmoko, yang Wakil Ketua DPD Golkar Jateng.

Saat suaramerdeka.com berkunjung ke SPBE yang terletak di belakang kampus Universitas Ngudi Waluyo Ungaran itu, para karyawan di PT Dharmasrana Rahardja tengah sibuk menyetok gas ukuran 5,5 kg untuk dikirim ke agen. Begitu pula karyawan di PT Satria Sarana Raharja tengah sibuk menyetok gas ukuran 3 kg untuk dikirim ke agen. Setelah sebelumnya dilakukan loading dari ketel elpiji.


(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)