• KANAL BERITA

Bergerak Dua Minggu, 25 Debitur Akad Kredit Perumahan

AKAD KREDIT: Sejumlah karyawan PT Vission Land menandatangani akad kredit perumahan Bukit Pringapus Ungaran, di kantor setempat. (suaramerdeka.com / dok)
AKAD KREDIT: Sejumlah karyawan PT Vission Land menandatangani akad kredit perumahan Bukit Pringapus Ungaran, di kantor setempat. (suaramerdeka.com / dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Potensi kebutuhan perumahan bersubsidi bagi para pekerja di Kabupaten Semarang, khususnya di kawasan industri Bawen dan Ungaran dinilai cukup tinggi. Hal itu dikatakan Chrysanthus Wibawa, direktur PT Tiga Bangun Graha Solo yang membangun perumahan Bukit Pringapus Ungaran.

"Bayangkan, hanya dalam dua minggu kami bergerak melakukan pendekatan dan sosialisasi, 25 pekerja langsung realisasi akad kredit perumahan, yakni karyawan PT Vission Land," katanya di Solo, Rabu (29/5).

Dari data forum HRD setempat, lanjut Chrys, ada lebih 60.000 pekerja di kawasan industri Kabupaten Semarang. Dengan persentase 10 persen, setidaknya ada 6.000 perumahan yang dibutuhkan. Pihaknya yakin, 25 akad kredit KPR yang dilakukan para debitur itu akan mendorong pekerja lainnya untuk ikut-ikutan mengajukan KPR.

Apalagi perusahaan membantu, memfasilitasi, dan memberi kemudahan para pekerja yang ingin memiliki rumah. "Dengan kerja sama dan sinergi antara perusahaan, perbankan, dan pengembang, akan banyak pekerja memiliki rumah," kata dia yang sanggup menyediakan berapa pun perumahan yang dibutuhkan para pekerja.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Soloraya Anthony Abadi Hendro mengakui tingginya kebutuhan perumahan bersubsidi di kawasan industri Kabupaten Semarang, khususnya di Ungaran dan Bawen. Hanya saja, banyak pekerja tidak tahu dan tidak paham, bagaimana caranya membeli, sehingga penjualan perumahan tidak begitu banyak di situ

"Saya kira dengan UMK lebih dari Rp 2 juta per bulan di Kabupaten Semarang, para pekerja sanggup membeli rumah bersubsidi yang cicilannya kurang dari Rp 1 juta per bulan. Apalagi istri juga bekerja, saya kira akan lebih ringan," kata Anthony.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)