• KANAL BERITA

Warga Masukkan Sengkuni ke Sangkar

Perwakilan warga memasukkan tokoh jahat pewayangan seperti Sengkuni yang terkenal sangat julik dan lainnya ke dalam sangkar.(suaramerdeka.com/Agung PW )
Perwakilan warga memasukkan tokoh jahat pewayangan seperti Sengkuni yang terkenal sangat julik dan lainnya ke dalam sangkar.(suaramerdeka.com/Agung PW )

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Masyarakat yang tergabung dalam Aktivis Lintas Kalangan Yogyakarta menggelar aksi damai di ruang lobi DPRD DIY, kemarin. Mereka mengecam pelaku kerusuhan di depan kantor Bawaslu RI, Jakarta. Karena itu, para aktivis memasukkan tokoh-tokoh jahat pewayangan ke dalam sangkar sebagai simbolisasi supaya pemerintah bertindak tegas dan menyeret dalang kerusuhan ke penjara.

Koordinator aksi, Widihasto menegaskan masyarakat sudah cerdas dan bisa melihat orang-orang yang terlibat dalam aksi kerusuhan. Perusuh yang melakukan aksi sangat brutal sengaja memancing supaya situasi kacau.

''Menanggapi aksi kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik pada 21-22 Mei lalu di Jakarta, warga Yogyakarta mengecam keras dan minta supaya aparat segera melakukan pengusutan,'' tandas Widihasto.

Ia dan seratusan aktivis dari berbagai kalangan seperti putri Keraton Yogyakarta, putra Pura Pakualaman, seniman, dosen, pegiat LSM, pegiat hukum, aktivis 1998, pekerja lingkungan dan banyak lagi membubuhkan tanda tangan menyatakan sikapnya. Mereka juga menyampaikaan bela sungkawa kepadaa keluarga korban yang meninggal dalam kerusuhan serta mendesak polisi mengusut tuntas peristiwa itu.

Tidak Ksatria

Para aktivis menilai sikap sebagian elite politik yang jauh dari sikap kesatria dan kenegarawanan. Mereka tidak bisa menerima hasil pemilu, tidak bertanggung jawab dan justru memprovokasi masyarakat serta menggerakkan massa untuk melakukan aksi liar dan inskonstitusional.

''Kami minta aparat keamanan mengusut tuntas dan mengungkap siapa yang menjadi otak, dalang, penyandang dana serta penggerak massa yang mengakibatkan kekerasan dan kerusuhan. Usut sesuai prosedur hukum yang berlaku,'' tandas Widihasto.

Selain itu, ia dan warga Yogyakarta mendukung sepenuhnya langkah-langkah Polri dan TNI dalam rangka menjaga serta memulihkan ketentraman dan ketertiban umum. Semua pihak, lanjutnya, harus tenang, tidak terpancing provokasi, menjaga persatuan, guyub, rukum dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


(Agung Priyo Wicaksono/CN42/SM Network)