• KANAL BERITA

Masalah Parkir Guci Belum Terpecahkan

Kendaraan pengunjung mengantre di pintu keluar objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, belum lama ini. (suaramerdeka.com/M Firdaus Ghozali)
Kendaraan pengunjung mengantre di pintu keluar objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, belum lama ini. (suaramerdeka.com/M Firdaus Ghozali)

TEGAL, suaramerdeka.com - Hingga kini permasalahan parkir di kompleks objek wisata pemandian air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal belum terpecahkan. Keterbatasan lahan parkir menjadi persoalan serius, lantaran saat pengunjung padat menyebabkan kemacetan di jalur wisata.

Saat menyambut libur Lebaran tahun ini, pengelola akan memaksimalkan lahan parkir dan melakukan sejumlah di sejumlah titik. Antara lain di kawasan pintu masuk dan di dalam kawasan wisata.

Kepala UPTD Pariwisata Guci, Abdul Haris menjelaskan, pembenahan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan para pengunjung pada libur Lebaran. Pihaknya memprediksi pengunjung membeludak seperti pada libur Lebaran tahun sebelumnya.

Menurut Haris, meningkatnya jumlah pengunjung juga didukung akses menuju kawasan wisata Guci dari luar daerah yang semakin mudah dengan adanya pintu keluar tol di Kecamatan Adiwerna. ‘’Selain pembenahan sarana dan prasarana, kami juga memasang sejumlah penunjuk arah. Dengan demikian pengunjung tidak bingung,’’ ujar Haris.

Haris mengakui, masalah parkir menjado pekerjaan rumah Guci. Kendaraan pengunjung yang jumlahnya ribuan dalam satu hari, kerap tidak tertampung di lahan parkir sehingga memicu menyebabkan kemacetan di jalur wisata.

Selain keterbatasan lahan parkir, ada beberapa titik ruas jalan di kompleks wisata juga rusak. Yaitu akses menuju kawasan waterboom Guci-ku dan lapangan parkir atas.  ‘’Sedangkan akses jalan wisata dari kawasan Yomani-Guci juga perlu perbaikan. Itu sudah kami sampaikan kepada instansi terkait,? jelasnya.

Sebelumnya, UPTD Pariwisata juga menyiapkan upaya pengelolaan sampah dengan menambah jumlah TPS. Selama ini, sampah tak tertampung karena jumlah pengunjung semakin meningkat.

‘’Keberadaan TPS penting. Selama ini kami kesulitan untuk membuang sampah di kawasan objek wisata,’’ katanya.


(M Firdaus Ghozali/CN40/SM Network)