• KANAL BERITA

Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris FIBK Unissula Diajak Bangun Network ke Luar Negeri

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mahasiswa Fakultas Ilmu Bahasa dan Komunikasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang memberi pembelajaran bahasa Inggris ke sejumlah sekolah di Thailand. Ini menjadi bukti bahwa program studi pendidikan bahasa Inggris Fakultas Ilmu Bahasa dan Komunikasi Unissula ini sudah merambah ke wilayah international.

Menurut Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Bahasa dan Komunikasi Unissula, Huyi Intansari SPd MPd, bahwa kegiatan mengajar mahasiswa program studi bahasa Inggris ke Thailand ini awalnya adalah inisiasi pihak universitas untuk bisa merambah ke dengan luar negeri, terutama Asia. "Melalui OIA, lembaga kerja sama international Unissula berniat kerja sama dengan lembaga pendidikan di luar negeri. Yaitu Medat, lembaga pendidikan Islam  di Thailand, Unissula mengirim lima mahasiswa selama sebulan. Mereka melakukan pembelajaran bahasa inggris subjek materi juga bahasa Inggris, dan disebar ke banyak daerah Thailand," kata Huyi, kepada suaramerdeka.com, Rabu (22/5).

Ada pun kendala yang dihadapi mahasiswa Unisula di Thailand, menurut Huyi, hanya masalah bahasa, karena mahasiswa tidak kuasai bahasa Thailand. "Namun di sana respon cukup baik dan mengharapkan kami untuk bisa kirim lagi," tambahnya.

Untuk tahun ini pihaknya tidak mengirim ke Thailand, karena belum ada yang berminat. Selain itu, program ini masih pilot project, sehingga belum bisa mengirim banyak mahasiswa ke Thailand.  

Sebagai gantinya, tahun ini, mahasiswa prodi Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Bahasa dan Komunikasi Unissula dikirim mengikuti SEA Teacher (South East Asia Theacher), yaitu program pertukaran mahasiswa jurusan kependidikan untuk mengajar di negara kawasan Asia Tenggara.

Sementara untuk bisa mengikuti kegiatan pemberian pembelajaran bahasa Inggris di Thailand, persyaratannya adalah harus memenuhi standar akademik ipk minimal 3, ada banyak hal yang dipersiapkan yaitu mikroteaching yaitu mengajar bahasa Inggris untuk penutur bahasa selain Indonesia, jadi kendala bahasanya sangat besar.

"Itu yang membuat kita harus mempersiapkan mahasiswa secara total dalam bahasa Inggris, dan itu alhamdulillah bisa berjalan lancar dengan memanfaatkan materi dengan sederhana. Intinya agar siswanya bisa menguasai ujaran-ujaran bahasa Inggris secara sederhana," ujarnya.  

Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Komunikasi Unissula, Hartono SS MPd mengatakan, bahwa di Unissula terdapat banyak program internasional yang bisa diikuti mahasiswa, walau pun tidak semua mahasiswa bisa mengikutinya. "Ini menjadi peluang bagi mahasiswa di sini untuk bisa mengembangkan kemampuannya. Memang tidak semua. Jadi nanti mahasiswa tidak cuma berkutat di sekitar Unissula, tetapi juga membangun network di luar Unissula yaitu ke luar negeri," jelasnya.

Di sisi lain, kata Hartono, Fakultas Ilmu Bahasa dan Komunikasi Unissula juga menerima mahasiswa asing, yaitu empat mahasiswa Thailand sebagai upaya menginternasionalisasikan Unissula. "Proporsi pendidikan dilakukan oleh kami sudah mencukupi, seperti gedung, laboratorium, dan masih banyak lagi. Sehingga kami yakin output pendidikan dari kami cukup baik, walau akreditasinya masih B. Dan kami yakin dalam dekat bisa meraih akreditasi A," pungkasnya.

Prestasi lain juga dicetak oleh mahasiswa prodi Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Bahasa dan Komunikasi Unissula Semarang di tahun 2018, menurut Sekretaris Prodi Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Bahasa dan Komunikasi Unissula Semarang, Elok Widiati SPd MPd, bahwa ada satu mahasiswa yaitu Bernan Sibgotallah Robbani yang meraih dua medali perak dan emas di Choral Festival. Masing-masing dua medali perak di Soegijapranata Choral Festival kategori mixed folklore untuk tingkat internasional, dan dua medali emas C Diploma di Malaysian Choral Eisteddfod International Choral Festival ke-16, untuk kategori mixed and folklore di tingkat internasional.


(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)