• KANAL BERITA

Sejumlah Angkudes Masih Bertahan

Sebuah angkutan perdesaan melintas di Randudongkal, angkutan ini masih bertahan di trayek Pemalang bagian selatan. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)
Sebuah angkutan perdesaan melintas di Randudongkal, angkutan ini masih bertahan di trayek Pemalang bagian selatan. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)

PEMALANG, suaramerdeka.com - Sejumlah angkutan perdesaan di wilayah selatan Kabupaten Pemalang masih tetap beroperasional untuk melayani penumpang. Kendati angkutan itu mulai beroperasi sejak 1990-an, namun kondisinya masih layak dan juga diremajakan.

Kepala Dinas Perhubungan, Akhmad Fatah menjelaskan, angkutan perdesaan yang masih bertahan ini kondisinya masih layak jalan. "Selain masih eksis pemilik angkutan perdesaan juga melakukan peremajaan armada," kata Fatah, Rabu (22/5).

Angkutan perdesaan ini diluncurkan Pemerintah Kabupaten Pemalang pada dekade 1990-an. Angkutan memiliki ciri khas berwarna kuning dengan jenis kendaraan mini bus. Dalam perjalanannya angkutan perdesaan mengalami permasalahan salah satunya gesekan dengan abang becak, namun masalah seperti ini bisa diatasi.

Sementara itu angkutan perdesaan yang masih bertahan ini kebanyakan adalah angkutan yang trayeknya di daerah selatan Pemalang. Ada pun untuk daerah Pantura banyak pemilik angkutan perdesaan gulung tikar.

Di desa-desa di wilayah Pantura sudah jarang ada angkutan perdesaan berseliweran mengangkut penumpang. Penyebabnya karena banyak persaingan di wilayah tersebut antata lain becak, andong dan ojek sepeda motor.

Bahkan kini ada pesaing baru kendaraan sewa online . Namun demikian masih ada pemilik angkutan perdesaan di Pantura masih melayani penumpang. ‘’Biasanya untuk mengangkut rombongan ibu-ibu yang akan kondangan, menjenguk orang sakit, ziarah dan wisata,’’ jelasnya.

Sementara itu di daerah selatan Pemalang angkutan perdesaan hanya bersaing dengan angkutan coak atau mobil bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut orang dan barang. Persaingan tidak begitu ketat angkutan perdesaan di sana masih digemari.

Di sana angkutan perdesaan sudah diremajakan dengan kendaraan mini bus keluaran terbaru. Sebagian lagi mengganti armadanya dengan jenis kendaraan serba guna (MPV) seperti Daihatsu Grand Max atau Suzuki APV.


(Ali Basarah/CN40/SM Network)